
Pemain Afrika Selatan, Aaron Mokoena (depan) berebut bola dengan pemain Angola Mateus Alberto pada pertandingan Piala Afrika di Tamale, Ghana, Rabu (23/1). AP/Alastair Grant
[TAMALE] Semua pertandingan Grup D Piala Afrika yang berlangsung Rabu (23/1), di Tamale, Ghana, berakhir dengan hasil imbang. Hasil seperti ini tidak mewarnai pertandingan sebelumnya di grup lainnya, A, B, dan C.
Pada pertandingan pertama, mantan juara Tunisia ditahan imbang 2-2 oleh Senegal, sedangkan Afrika Selatan harus puas berbagi angka 1-1 melawan tim yang dua tahun lalu tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia, Angola.
Afrika Selatan harus berterima kasih kepada pemain pengganti Elrio van Heerden yang mencetak gol penyeimbang di menit ke-88. Sebelum gol itu terjadi, Angola telah memimpin jalannya pertandingan sejak menit ke-30 melalui Alberto Manucho.
"Kami mengontrol jalannya pertandingan hingga pertengahan babak kedua. Namun, kami membuat kesalahan, dan kami harus membayar kesalahan itu," kata pelatih Angola, Luis Oliveira Goncalves.
Pelatih Afrika Selatan Carlos Alberto Perreira lebih mengandalkan pemain muda.
Serangan Afrika Selatan mengandalkan sayap lincah asal klub Everton (Inggris) Steven Pienaar. Salah satu kreasinya yang membahayakan Angola, yakni saat pertandingan baru berjalan enam menit. Kerja samanya dengan Tsholofelo Modise memberi ancaman kepada kiper Joao Lama. Namun, Lama berhasil menggagalkan tendangan voli itu.
Di pertandingan lainnya, juara 2004 Tunisia harus berbagi angka 2-2 melawan tim yang mengejutkan di Piala Dunia 2002, Senegal. Mejdi Traoui mencetak gol penyelamat enam menit menjelang pertandingan usai bagi Tunisia. Bola tendangannya dari jarak 30 meter tidak bisa dihalau kiper Senegal, Tony Sylva. Sebelumnya, Tunisia memimpin jalannya pertandingan saat pertandingan baru berjalan delapan menit melalui Issam Jomaa. Senegal baru bisa menyamakan kedudukan lewat Moustapha Bayal Sall menit terakhir babak pertama. Diomansy Kamara membawa Senegal unggul 2-1 di menit ke-65. [AP/W-11]