
idak ada perayaan khusus di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), meski saat itu ulang tahun ke-59 Siti Hardiyanti Rukmana. Hanya beberapa kerabat dan sahabat dekat wanita yang akrab dipanggil Mbak Tutut itu yang tampak datang sejak Rabu (23/1) dini hari hingga malam.
Anak sulung mantan Presiden Soeharto yang lahir pada 23 Januari 1949 itu lebih memilih berada di samping ayahnya yang tengah terbaring sakit, ketimbang merayakan ulang tahunnya yang sudah mendekati kepala enam. Tutut bahkan enggan beranjak dari sisi tempat tidur Soeharto yang di rawat di kamar 536.
Tidak pula tampak rangkaian bunga sebagai ucapan ulang tahun yang datang ke RSPP. Hanya ada beberapa rangkaian bunga yang dikirim khusus untuk mendoakan kesehatan Soeharto. Ada pesan singkat yang mengabarkan Tutut sempat memotong tumpeng saat hari berganti dari Selasa (22/2) ke Rabu (23/2) tepat pukul 00.00 WIB.
Hal itu dibantah oleh salah satu orang dekat Tutut. Menurut pria yang setiap hari berada di RSPP itu, tidak ada pemotongan tumpeng atau pun perayaan. Yang ada hanya doa bersama untuk kesembuhan Soeharto dan beberapa sahabat serta kerabat datang ke RSPP untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Tentunya, hal itu berbeda dengan perayaan ultah sebelumnya.
Biasanya, ujar pria tersebut, perayaan ulang tahun Mbak Tutut,selalu diadakan di rumahnya di Jalan Yusuf Adiwinata Nomor 14, Menteng, Jakarta Pusat. Layaknya perhelatan ultah, potongan tumpeng menjadi menu utama. Yang datang ke rumah pun tidak sedikit. Mereka adalah kerabat, sahabat, mantan-mantan pejabat di era Soeharto, hingga pejabat yang masih aktif sampai saat ini.
Tidak adanya perhelatan apa pun di RSPP dibenarkan oleh mantan mantan menteri Haryono Suyono. Menurut dia, kerabat dan sahabat Tutut memang berkumpul di lantai lima tempat Soeharto dirawat selama beberapa pekan ini, tetapi tidak ada perayaan ultah.
Hal itu juga dibenarkan mantan Menteri Koperasi di era Soeharto, Subiakto Tjakrawerdaya. Menurutnya, tidak ada potongan tumpeng di hari ultah Tutut. Kehadirannya di RSPP pun bukan karena ultah Tutut, melainkan karena sudah lama tidak melihat keadaan Soeharto.
Senyum
Tahukah Soeharto bahwa putri tertuanya berulang tahun? Salah seorang anggota Tim Dokter Kepresidenan Christian A Johannes kepada SP mengatakan Soeharto tahu kalau putri sulungnya berulang tahun. Walau kondisi kesehatannya masih labil, wajah Soeharto tampak bahagia dan tersenyum ketika ada yang membisikkan di telinganya tentang ultah Tutut.
"Reaksinya senang. Pokoknya Pak Harto tahu (tentang ultah Tutut). Bapak juga sempat tersenyum, tapi tidak dapat berkata-kata. Tadi Mbak Tutut ada," kata Christian.
Respons Soeharto itu disebabkan karena kondisi kesadaran Soeharto memang selama ini cukup baik. Pasalnya, batang otak Soeharto bagus sehingga kesadarannya masih terjaga. Kondisi kesehatannya hingga Rabu malam pun mulai menunjukkan perkembangan berarti.
Menurut Christian, infeksi sistemik bahkan sudah mulai dapat dikendalikan. Padahal, Rabu pagi, Tim Dokter Kepresidenan mengakui infeksi sistemik itu belum mampu dituntaskan bahkan ada tanda-tanda penambahan infeksi baru.
Christian mengatakan Soeharto sudah mulai memakan biskuit yang terlebih dulu dihancurkan. Dalam beberapa hari terakhir, pencernaan Soeharto memang mengalami kemunduran. Yang menyebabkan Tim Dokter memutuskan pemberian makanan dari cairan infus ke Soeharto.
Apakah secara psikologis ulang tahun Tutut memberikan semangat baru untuk perjuangan hidup Soeharto? Entahlah.
Soeharto juga sudah mulai dapat berbicara walau masih berbisik. Namun, memang diakui, Mbak Tutut paling setia menemani ayah selama perawatan di RSPP.
Tanggal kelahiran Mbak Tutut, sama dengan tanggal ulang tahun mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri. Diah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri lahir pada 23 Januari 1947. [SP/Lince Eppang]