[JAKARTA] Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) diminta aktif mengampanyekan inisiasi menyusui dini (IMD) ini. Mereka diminta menjadi ujung tombak mensosialisasikan kepada ibu hamil menjalankan program tersebut, karena jumlahnya yang cukup besar dan kadernya setiap saat bisa memberikan arahan.
Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo dalam deklarasi 1001 ibu hamil untuk IMD yang berlangsung di Jakarta, Rabu (23/1).
"Di Ibukota terdapat sekitar 2.600 RW, apabila satu RW terdapat 10 kader PKK saja, maka di seluruh DKI terdapat minimal 26.000 kader PKK. Apabila digerakkan, jumlah ini sangat membantu dalam mengkampanyekan inisiasi menyusui dini," kata Fauzi.
Selain memberdayakan PKK, dia juga mengimbau agar program inisiasi dini juga dimasukkan ke dalam materi pendidikan bidan, sehingga pengawasan terhadap inisiasi lebih efektif.
Pentingnya kampanye IMD ini, papar Fauzi supaya angka kematian bayi menurun atau minimal diturunkan hingga 2/3 dari target yang tertuang dalam tujuan pembangunan milenium .
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Wibowo Sukijat, mengatakan, pemberian ASI (air susu ibu) pada satu jam pertama setelah melahirkan atau IMD sangat bermanfaat bagi bayi. Sebab, inisiasi tersebut diyakini mampu mencegah 22 persen potensi kematian bayi di bawah lima tahun.
Dia menjelaskan, dari 10.000 ibu hamil yang menyatakan kesediaannya untuk memberikan ASI pada satu jam pertama setelah melahirkan, rata-rata mereka yang telah memeriksakan kandungannya di 42 puskesmas di seluruh wilayah DKI.
"Setiap ibu hamil yang konsultasi, kita arahkan untuk mengikuti IMD dengan mengisi formulir kesediaan," kata Wibowo. [B-15]