[BEKASI] Harga sembilan kebutuhan pokok (sembako) di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melonjak sejak sebulan terakhir. Kenaikan ini disebabkan jalan darat menuju wilayah itu rusak parah membuat biaya transportasi meningkat.
Pantauan SP sejak Senin hingga Selasa (23/1), harga minyak goreng dari sebelumnya Rp 10.000 per kilogram (kg) naik menjadi Rp 12.500/kg. Minyak tanah naik menjadi Rp 4.500/liter dari harga biasa di jual di wilayah ini Rp 3.000/liter. Solar naik menjadi Rp 5.500/liter dari harga sebelumnya Rp 4.000/liter. Sedangkan harga beras dari sebelumnya Rp 4.500/kg kini menjadi Rp 6.500/kg.
Uum (46) warga RT 02 RW 01, Dusun Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong mengaku sangat terpukul dengan kenaikan harga kebutuhan pokok yang begitu signifikan. "Kami hanya bisa makan sekali dalam sehari. Pendapatan suami sebagai nelayan cuma Rp 20.000 sehari. Itu pun tidak pasti," tutur Uum yang memiliki empat orang anak dan semuanya masih duduk di bangku SD.
Frengky (35), seorang tukang jasa penyeberangan dengan perahu, mengaku pendapatannya jauh berkurang akibat harga bahan bakar solar melonjak naik. "Ongkos penumpang tidak mungkin saya naikkan sepihak. Padahal harga solar naik. Otomatis pendapatan sehari-hari digunakan untuk membeli BBM," katanya. Sebelum kenaikan harga solar, dia bisa berpenghasilan bersih sekitar Rp 100.000/hari. Namun, dalam sebulan terakhir, pendapatannya turun 50 persen.
Sementara Wawan (42), salah seorang nelayan mengaku tidak tahu harus bekerja apa lagi untuk menghidupi tiga anak dan istrinya. Dikatakan, tangkapan ikan di laut dalam beberapa bulan terakhir juga jauh berkurang. Selain karena gelombang laut yang masih tinggi yang membuat nelayan mengurungkan niatnya melaut, ikan-ikan juga sudah semakin sedikit karena air dari Sungai Citarum dan Sungai CBL (Cikarang Bekasi Laut) yang bermuara di pantai Muara Gembong terkontaminasi limbah pabrik. "Limbah itu yang membuat ikan jauh berkurang," ujar dia.
Menanggapi kenaikan harga kebutuhan pokok itu, Staff Ekonomi dan Kemasyarakatan, Kecamatan Muara Gembong Susanto, Senin (22/1) menjelaskan, kenaikan harga sembako dan minyak tanah itu disebabkan karena jalur transportasi darat dari Kabupaten Bekasi ke Muara Gembong rusak parah. "Akibat biaya transportasi bertambah maka harga kebutuhan pokok yang dibawa juga ikut naik," ujar dia.
Kondisi geografis kecamatan Muara Gembong dikelilingi sungai besar dan kecil membuat wilayah tersebut seperti terisolasi dibanding Babelan, kecamatan tetangga. [HTS/Y-4]