SUARA PEMBARUAN DAILY

Ribuan Nelayan Korsel Protes Samsung

AP/ Lee Jin-man

Nelayan dan sejumlah warga sipil yang menjadi korban tumpahan minyak berdemonstrasi di Seoul, Korea Selatan, Rabu (23/1), dengan membawa ikan, tiram, dan ganggang yang tercemar.

[SEOUL] Ribuan nelayan dan warga sipil Korea Selatan (Korsel) yang menjadi korban tumpahan minyak dari kapal tongkang milik perusahaan terbesar Korsel, Samsung, menggelar aksi protes di pusat kota Seoul, Rabu (23/1). Mereka menuntut parlemen dan Samsung memberikan kompensasi yang layak.

Sekitar 3.000 nelayan membawa tiram, ikan, dan ganggang yang tercemar tumpahan minyak. Sebagian pengunjuk rasa membawa palu untuk menghancurkan mesin cuci, televisi, dan kulkas buatan Samsung yang sengaja mereka bawa dalam aksi unjuk rasa itu.

Pekan lalu tiga orang dari daerah yang paling parah tercemar tumpahan minyak, melakukan bunuh diri akibat ditundanya pembayaran kompensasi oleh pejabat setempat. Seorang pengunjuk rasa meminum racun, dan membakar dirinya sebagai bentuk protes.

Insiden pencemaran minyak, terjadi pada 7 Desember 2007, ketika kabel mesin derek yang diangkut tongkang milik Samsung tersangkut, dan mengakibatkan tongkang menabrak kapal tanker raksasa, Hebei Spirit, yang berkapasitas 147.000 ton, di pantai barat Korsel, dan membuat tiga lubang besar pada tanker berbendera Hong Kong itu.

Sedikitnya 10.900 ton minyak mentah tumpah akibat insiden itu. Para peserta unjuk rasa, Rabu, meneriakkan tuntutan mereka agar Samsung bertanggung jawab dan memberikan kompensasi. Ribuan polisi antihuru-hara bersiaga terus di lokasi protes. [AFP/B-14]


Last modified: 24/1/08