![]()
AFP/KHALED DESOUKI
Warga Gaza, Palestina membawa barang-barang yang mereka beli di Rafah, Mesir, kota yang berbatasan dengan Gaza, Rabu (23/1).
[RAFAH] Puluhan ribu warga Gaza berduyun-duyun memasuki perbatasan Mesir, Rabu (23/1), untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari setelah militan Palestina meledakkan beberapa bagian tembok perbatasan Mesir-Gaza. Presiden Mesir Hosni Mubarak mengatakan, ia mengizinkan warga Palestina melintasi perbatasan sepanjang mereka tidak bersenjata.
"Saya mengatakan pada pasukan keamanan untuk mengizinkan mereka membeli barang-barang kebutuhan pokok dan kembali lagi ke Gaza, sepanjang mereka tidak membawa senjata dan segala sesuatu yang ilegal," kata Mubarak kepada para wartawan di Kairo, kemarin.
Lebih dari 60.000 warga Gaza melintasi perbatasan, ungkap sejumlah pejabat Mesir kepada AFP. Blokade Israel ke seluruh pintu perbatasan Gaza menyebabkan militan Palestina nekad meledakkan tembok besi dan semen yang membatasi Mesir-Gaza sehingga berlubang di beberapa bagian.
Puluhan ribu warga Gaza yang sudah berjaga-jaga di depan tembok perbatasan, langsung menyerbu memasuki Rafah, yang berada di wilayah Mesir, begitu tembok rubuh. Sebagian mereka berjalan kaki, tetapi ada pula yang menunggang gerobak keledai. Mereka membeli berbagai barang kebutuhan pokok, seperti tepung dan minyak, yang sulit diperoleh setelah Israel memblokade seluruh pintu perbatasan yang terhubung ke Gaza.
Dari New York dilaporkan, sidang darurat kembali digelar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) Kamis (24/1) untuk mengupayakan resolusi yang mendesak diakhirinya blokade Israel ke Jalur Gaza maupun serangan-serangan roket militan Palestina ke seluruh negara Yahudi tersebut.
Duta Besar Libia untuk PBB, Giadalla Ettalhi, yang mengetuai Dewan Keamanan PBB pada bulan ini, mengatakan, setelah pertemuan tertutup, 14 dari 15 negara anggota DK PBB pada intinya menyetujui teks resolusi untuk mengakhiri blokade Gaza.
Dubes Ettalhi berharap, kesepakatan bisa dicapai dalam waktu dekat. "Sejauh ini, ada satu delegasi yang menyatakan harus berkonsultasi dulu dengan pemerintahnya," kata Ettalhi, yang jelas merujuk pada AS.
Melumpuhkan
Blokade Israel ke Gaza yang sudah memasuki hari keenam benar-benar melumpuhkan aktivitas warga di wilayah itu. Pengiriman bahan bakar, bahkan bantuan kemanusiaan, terhenti akibat blokade yang diberlakukan Israel untuk menghentikan serangan-serangan roket dari wilayah Gaza.
Blokade dicabut Israel selama satu hari, Selasa (22/1), untuk memberi peluang pengiriman bahan bakar guna menghidupkan kembali pembangkit listrik satu-satunya di Gaza, yang berhenti beroperasi akibat ketiadaan bahan bakar. Namun, pasokan bahan bakar Israel jumlahnya masih kecil dan sangat kurang memadai.
Beberapa bagian tembok perbatasan Mesir-Gaza hancur akibat sedikitnya 15 ledakan serta gempuran buldoser. Sekitar 2.000 aparat keamanan Mesir di perbatasan tampak tidak berupaya menghalang-halangi kerumunan warga Palestina yang menyusuri jalan-jalan di sepanjang Kota Rafah. Mereka hanya berjaga-jaga mengawasi warga Gaza yang berdatangan untuk berbelanja. Toko-toko bahkan dibuka lebih awal untuk melayani para pembeli dari Gaza. [AFP/AP/E-9]