[JAKARTA] Semut Api Colony, perusahaan lokal yang berkiprah dalam industri komunikasi pemasaran, memproyeksikan perolehan billing net dari kliennya tahun ini sekitar Rp 15 miliar, atau meningkat dari perolehan tahun lalu, yang diperkirakan mencapai Rp 9 miliar.
Untuk itu, manajemen Semut Api mengandalkan proses kerja dengan trademark Start2Market Process, demi melayani klien. Selain itu, Semut Api akan mengandalkan kekuatan posisi pada branding dan kreativitas timnya. Perusahaan ini memiliki keahlian dalam strategi, kreatif, teknologi, dan pemasaran.
"Kami mengambil posisi sebagai The Hybrid Agency, yang menangani berbagai aspek sebuah proyek dari mulai konsep, kreatif dan strategi pemasarannya. Kami mengembangkan kekuatan konsep consumer to customer," ujar Direktur Utama Semut Api, Danny Wirianto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (23/1).
Danny menyebutkan, sejumlah perusahaan terkemuka di Tanah Air saat ini mengandalkan komunikasi pemasarannya, khususnya branding, kepada Semut Api. Mereka di antaranya Bank Commonewalth, Bank Niaga, dan Microsoft Indonesia.
"Selain itu, kami juga menangani komunikasi pemasaran PT Excelcomindo Pratama Tbk, Hyundai, Samsung Electronics Indonesia, dan Papa Ron's Pizza," jelas dia.
Direktur Pengelola Semut Api, Antonny Liem menambahkan, pihaknya juga sedang dan pernah menangani komunikasi pemasaran beberapa perusahaan besar, di antaranya Asia Pulp and Paper (Grup Sinar Mas), Grup Gapura Prima (The Belleza Permata Hijau), dan Gold Mart. Selain itu, Bali Hai, Diamantez, dan Special Olympics Indonesia (SOIna).
Selain perusahaan lokal, menurut Antonny, pihaknya juga pernah menangani klien dari luar negeri. Selain Adobe, Beer Nuts, Semut Api dipercaya menangani komunikasi pemasaran perusahaan properti Coldwell Banker dan perusahaan asal Perancis Danone. "Kami mendapatkan klien itu lewat perwakilan di Singapura dan Chicago, Amerika Serikat," katanya.
Saat ini, Semut Api juga tengah melakukan pitching dengan salah satu franchise restoran terkemuka dari Jepang. Namun, Antonny menolak menyebutkan nama perusahaan yang akan menjadi kliennya itu.
Danny menegaskan, keberhasilan Semut Api menangani komunikasi pemasaran perusahaan berskala besar, tak lepas dari kebijakan manajemen perusahaan, yang fokus pada layanan terintegrasi di industri komunikasi perusahaan. Manajemen Semut Api, lanjut Danny, memiliki keahlian dalam branding, yakni brand creation, naming and verbal branding, brand revamp, brand repositioning, environmental branding, dan lain-lain.
Selain itu, Semut Api memiliki kemampuan dalam marketing, meliputi strategi marketing, humas, konsultansi marketing, serta komunikasi yang meliputi kampanye periklanan, kampanye gerilya, dan viral campaign. [N-6]