![]()
SP/MKiblat Said
Pejabat "caretaker" Gubernur Sulawesi Selatan, Mayjen TNI (Purn) Tanri Bali Lamo, menerima ucapan selamat dari pegawai Pemprov Sulsel seusai acara serah terima jabatan di aula Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Senin (21/1). Tanri ditunjuk untuk mengisi kekosongan jabatan Gubernur Sulsel.
"Jangan membuat daerah ini makin terpuruk," ujar Mayor Jenderal TNI (Purn) Tanri Bali Lamo, pada serah terima jabatan Gubernur Sulsel dari pejabat lama Amin Syam di aula Kantor Gubernur Sulsel, Senin (21/1) pagi.
"Saya ini penjabat, bukan pejabat dan sangat berharap penugasan ini tidak berlangsung lama. Kalau pun persoalan pilkada bisa diselesaikan dalam waktu satu jam, kita selesaikan dalam waktu satu jam, agar suasana di Sulsel ini damai dan semua aktivitas berjalan dengan baik," tegasnya.
Serah terima itu dihadiri seluruh unsur muspida, mantan Gubernur Andi Oddang, mantan Wakil Gubernur Eteng Amin, para kepala dinas dan beberapa bupati.
Mantan Wakil Gubernur Syahrul Yasin yang men- jadi pemenang pilkada tak tampak dalam acara itu, kecuali pasangannya Agus Arifrin Nu'mang yang juga Ketua DPRD Sulsel.
Makassar Normal
Serah terima jabatan gubernur tersebut berlangsung aman dan tertib. Suasana Kota Makassar terlihat normal, tidak ada gerakan massa seperti beberapa hari
sebelumnya. Namun petugas keamanan terlihat masih berjaga-jaga di sejumlah titik rawan, khususnya di kantor gubernur, rumah jabatan gubernur, dan gedung DPRD Sulsel.
Kondusifnya situasi ini diyakini berkaitan dengan pernyataan Syahrul Yasin Limpo kemarin, yang meminta para pendukungnya menghentikan aksi dan menyerahkan semua persoalan kepada proses hukum sampai tenggat waktu Februari. Syahrul juga telah mengunjungi showroom milik Hadji Kalla yang dirusak massa dan berjanji akan membiayai perbaikan semua kerusakan yang ditimbulkan oleh aksi massa, Sabtu lalu.
Tanri Bali Lamo tiba di Bandar Udara Hasanuddin, Mandai, Maros, Minggu (20/1) sore dengan pesawat Sriwijaya Air. Putra mantan Gubernur Sulsel periode 1966-1978, almarhum Brigjen TNI H Ahmad Lamo, itu langsung berziarah ke makam ayahandanya di Taman Makam Pahlawan Panaikang, Makassar. Malam harinya, ia juga sempat bersilaturahmi ke rumah Brigjen TNI (Purn) Andi Oddang, mantan Gubernur Sulsel.
Jenderal yang memasuki masa pensiun sehari sebelum ditunjuk sebagai caretaker itu, mengaku memikul tugas untuk menstabilkan kondisi keamanan di Sulsel.
Terkotak-kotaknya PNS akan menjadi prioritas Tanri. "Saya akan menyatukan terlebih dahulu pegawai pemprov dan membangun kembali kedisiplinan," ujarnya.
Dia juga berharap jajaran pegawai bersatu dan membantu caretaker melaksanakan tugas. "Kalau kalian tidak membantu saya, tidak ada yang dapat saya lakukan di- Sulsel ini," tegas Tanri di depan para kepala dinas. [148]