[JAKARTA] Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi), ECW Neloe mengundurkan diri, dan meminta kepada pengurus lainnya segera melakukan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mencari penggantinya.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Bidang Organisasi PB Ikasi, M Zulkifli AS seusai rapat pleno di Gedung KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Minggu (20/1). Neloe menyatakan mundur dalam surat tertanggal 14 Januari 2008. Dalam surat tersebut dia mundur mulai tanggal 15 Januari 2005, dan meminta kepada pengurus lainnya agar tugas dan tanggung jawab selanjutnya diteruskan oleh kepengurusan yang ada sesuai dengan AD/ART Ikasi.
Saat ini Neloe mendekam di LP Cipinang terkait perkara korupsi. Menurut Zulkifli, pihaknya sudah lama berniat melaksanakan Munaslub. Hal itu, sesuai dengan amanat UU SKN (Sistem Keolahragaan Nasional) nomor 3 tahun 2005. "Tetapi sebagai bangsa yang berbudaya, tentu kita terikat pada etika kultur kita, yang tidak ingin mengecewakan pemimpin yang sudah berjasa terhadap cabang olahraga anggar. Kami lakukan pendekatan dengan Pak Neloe. Terakhir beliau memutuskan mengundurkan diri. Ini tidak ada paksaan. Ini murni keinginan Pak Neloe," tuturnya.
Setelah seluruh peserta rapat pleno menerima pengunduran diri Neloe, rapat kemudian memilih seorang caretaker (pelaksana sementara) dengan tugas pokoknya yaitu melaksanakan Munaslub. Rapat pleno itu kemudian memilih Wakil Ketua Bidang Khusus PB Ikasi, Mayjen TNI Tono Suratman menjadi caretaker pelaksana Munaslub.
Dengan kepastian jadwal Munaslub PB Ikasi ini, maka organisasi anggar seluruh Indonesia ini, boleh dibilang mendahului langkah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang juga sama-sama harus melaksanakan kewajiban Munaslub. Namun hingga kini organisasi olahraga paling populer di Indonesia ini belum sanggup melaksanakan Munaslub. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Ikasi, Eman Samusi, mengatakan pihaknya bukan berniat ingin berlomba dengan PSSI. "Kami tidak berniat seperti itu," katanya. [W-6]