[MEDAN] Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) memiliki peluang besar dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) pada April mendatang. Hal itu dikemukakan Praktisi Pers, Anton Aritonang di Medan, Sumut, Minggu (20/1).
Kemenangan PDI-P terlihat dari para calon hasil penjaringan PDI-P. Peluang itu amat besar, jika Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P jeli dalam menetapkan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub).
DPP PDI-P tengah menggodok delapan cagub Sumut. Mereka yakni Benny Pasa-ribu (Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha), Basuki Tjandra Purnama (mantan Bupati Belitung Timur), Chairuman Harahap (mantan Kajati Sumut), Letjen Cornel Simbolon (Wakil Kasad) Darori (Dirjen Kehutanan), Rudolf Pardede (Gubernur Sumut), Sjamsul Arifin (Bupati Langkat), dan Mayjen Tri Tamtomo (mantan Pangdam I/BB).
Menurut Aritonang, pertemuan para cagub-cawagub minggu lalu yang digagas Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI-P Taufiq Kiemas merupakan langkah yang bijak sebelum adanya keputusan definitif DPP PDI-P soal nama cagub dan cawagub.
Pilkada NTT
Sementara itu, Johanes Richard Riwoe, Ketua Fraksi Demokrat Kasih Bangsa di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sleman, Yogyakarta ikut pemilihan kepala daerah (Pilkada) Nusa Tenggara Timur (NTT), berpasangan dengan Martha D Parera-Pengko. Itu terungkap ketika mendeklarasikan keikutsertaannya di Kupang, Minggu (20/1).
Berbicara kepada SP di Kupang, Richard yang baru berusia 34 tahun itu mengatakan, sekalipun pengalaman politiknya masih terbilang muda, namun sama sekali tidak gentar ikut dalam pertarungan politik untuk meraih dukungan suara masyarakat NTT.
Dikatakan, NTT dengan topografi wilayah berpulau-pulau dan bergunung-gunung, membutuhkan pemimpin muda yang sehat, energik, dan cerdas untuk membawa perubahan. [151/120]