[MEDAN] Departemen Pertanian (Deptan) diminta segera mendistribusikan bibit unggul ke daerah karena melonjaknya harga sejumlah komoditas pertanian di pasaran antara lain kedelai.
"Kenaikan ini sebenarnya menguntungkan petani. Karena kenaikan itu dapat merangsang petani untuk menanam komoditas yang naik tersebut. Untuk itu, Deptan diharapkan merealisasikan distribusi bibit unggul ke daerah-daerah," kata Kepala Dinas Pertanian Sumatera Utara (Sumut), Bintara Tharer, di Medan, pekan lalu.
Alih fungsi lahan pertanian di Sumut selama beberapa tahun terakhir cukup tinggi. Sejak tahun 2004 hingga 2007, alih fungsi lahan pertanian meliputi areal persawahan dan palawija di Sumut mencapai 37.000 hektare (ha) per tahun. Lahan pertanian tersebut beralih fungsi antara lain untuk industri, permukiman, perkebunan atau kepentingan lain.
Sementara total areal pertanian di Sumut hingga mencapai 500.000 ha dengan areal tanam sebesar 800.000 ha.
"Tingginya alih fungsi lahan pertanian itu dulu disebabkan banyak faktor. Kondisi dulu itu susah. Para petani malas menanam karena bahan baku yang selalu naik mengingat kenaikan BBM yang beberapa kali dalam setahun. Belum lagi masalah-masalah yang dihadapi pada saat itu adalah fasilitas pertanian seperti irigasi yang banyak rusak. Tetapi kondisi ini mulai berubah sejak tahun ini," katanya.
Mengantisipasi tersebut pihaknya juga telah melakukan berbagai kebijakan untuk merangsang para petani. Itu antara lain dengan memberi kemudahan prosedural petani memperoleh bibit unggul padi, jagung, dan kedelai. Selain itu dengan dikirimkan tenaga-tenaga penyuluhan pertanian. Tahun ini pihaknya memperoleh 360 tenaga penyuluh. [151