SUARA PEMBARUAN DAILY

Harga Sembako Naik, Masyarakat Mulai Panik

[MEDAN] Kenaikan harga minyak goreng di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Utara (Sumut), diikuti dengan melambungnya harga kebutuhan pokok, membuat warga mulai panik. Harga minyak goreng yang sebelumnya Rp 8.500 per kilogram (kg) naik sampai Rp 11.000 per kg. Pemerintah diminta segera melaksanakan operasi pasar, menindak spekulan yang sengaja menaikkan harga kebutuhan pokok.

"Siapa yang tidak stress, semua harga pada naik. Gara-gara kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut, saya hampir setiap hari bertengkar dengan suami di rumah. Saya sempat dianggap suami, terlalu boros menggunakan uang," kata Sri Astuti (36), saat ditemui di Pasar Sukaramai Medan, Senin (21/1) pagi.

Uang yang diberikan suami untuk kebutuhan belanja selama satu bulan sudah tidak mencukupi lagi. Setiap bulan Sri menerima uang belanja Rp 1 juta, untuk kebutuhan rumah tangganya selama sebulan. Namun, menjelang memasuki minggu ketiga, uang untuk belanja kebutuhan pokok sudah mulai habis. "Memang edan, semua harga pada naik," katanya.

Tidak hanya di Medan, kenaikan harga minyak goreng dan kebutuhan lainnya, juga dikeluhkan masyarakat di Tebing Tinggi, Tanjung Balai, Deli Serdang, Binjai, Tanah Karo, dan Pematang Siantar.

Menurut Kepala Sub Perekonomian Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Ahmad Kaloko, kenaikan harga minyak goreng disebabkan tingginya permintaan dari luar atas CPO di daerah ini. Begitu juga dengan kenaikan harga kebutuhan pokok disebabkan oleh kerusakan lahan pertanian akibat bencana yang sering terjadi.

"Ini memang tidak bisa dipungkiri, banyak petani yang gagal panen akibat dari bencana banjir, terutama beras maupun gabah, sedikit yang dihasilkan petani," ujar Kaloko.

Faktor Cuaca

Kenaikan harga juga terdapat pada ikan dan sayur-mayur. Menurut Paijo (48), nelayan di Serdang Bedagai, kenaikan harga ikan disebabkan faktor cuaca yang dianggap kurang bersahabat. "Terkadang pengaruh cuaca, ombak yang begitu besar membuat nelayan takut untuk melaut. Kalaupun turun, sulit untuk mendapatkan ikan," katanya.

Harga minyak goreng di Kota Padang mencapai Rp 10.200 per kg. Beberapa pedagang kecil yang menggunakan minyak goreng sebagai salah satu bahan utamanya mengeluhkan dengan terus naiknya harga minyak goring tersebut.

"Tepung sudah naik, sekarang minyak goreng sudah Rp 10.000 per kilo. Kasihan yang jualan gorengan. Kita yang dagang juga kebingungan bagaimana menyampaikan itu ke pembeli. Padahal dari harga agen saja memang sudah naik," kata Zalman, pedagang gorengan di Pasar Raya Padang.

Sementara itu, Bujang, pedagang sembako di Pasar Inpres, kenaikan harga belakangan ini membuat keuntungan juga semakin tipis. "Harga naik, penjualan menurun, untungnya jadi berkurang," katanya.

Pembeli mulai sedikit sepi sebab para pembeli lebih memilih minyak goreng kemasan di pasar swalayan yang harganya tidak terlalu jauh berbeda dari harga minyak curah.

Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi mengaku prihatin. Kendati sifatnya masih situasional, dia berharap masyarakat bisa lebih ketat dan objektif dalam pengelolaan keuangan keluarga sehingga tidak terjadi pemborosan.

"Kita minta masyarakat mengencangkan ikat pinggang. Beli yang pokok-pokok saja. Karena harga-harga lagi naik meski masih dalam kondisi normal. Harus dibiasakan hidup hemat dan sederhana," katanya.

Sementara itu, harga tepung terigu di pasar tradisioanl Jayapura mulai naik. Rata-rata penjual tepung terigu Pasar Papua Trade Center (PTC), Entrop mulai menaikkan harga karena dari agen juga sudah menaikkan harga jual tepung terigu. Khusus untuk eceran, dia menjual dengan harga Rp 7.500 per kg. [AHS/BO/ROB/148]


Last modified: 21/1/08