SUARA PEMBARUAN DAILY

Kondisi Soeharto Menurun

SP/Alex Suban

Anggota Polsek Kebayoran Baru, Ipda H Manurung menyita spanduk milik para pendoa yang mendoakan kesembuhan mantan Presiden Soeharto, di depan RSPP Jakarta, Minggu (20/1). Peserta doa itu dari Barisan Muda Hanura dibubarkan secara persuasif karena tidak mengajukan surat pemberitahuan ke Polda Metro Jaya.

[JAKARTA] Setelah dua hari kondisi Soeharto menunjukkan tanda-tanda perbaikan, memasuki perawatan hari ke-18, Senin (21/1), kesehatan mantan Presiden Soeharto secara umum memperlihatkan kemunduran kembali. Kondisi paru-paru menurun karena mengalami penumpukan cairan akibat dilakukan transfusi darah sebanyak 3 labu untuk menaikkan trombosit, serta sejak Minggu sore terjadi gangguan fungsi pencernaan.

Demikian Ketua Tim Dokter Kepresidenan Mardjo Soebiyandono di Jakarta, Senin (21/1). Hingga saat ini, Soeharto masih dalam perawatan intensif atau berada di ruang ICU. Mardjo mengatakan, keadaan umum memperlihatkan kemunduran kembali tetapi kesadaran baik, tekanan darah stabil, dan pernafasan masih dilatih sesuai kondisi serta toleransi pasien.

"Fungsi jantung stabil, kondisi paru-paru menurun, tanda-tanda infeksi sistemik tetap diusahakan agar terkendali. Sejak sore kemarin terjadi gangguan fungsi pencernaan," kata Mardjo. Menurut dia, program hari ini adalah mengatur pemasukan kalori agar memenuhi kebutuhan gizi yang disesuaikan dengan kemampuan fungsi pencernaan, memperbaiki keadaan umum, menanggulangi infeksi, mempertahankan latihan untuk memulihkan aktifitas otot-otot dan perawatan intensif lainnya secara maksimal.

"Dalam pencernaan pak Harto masih sulit menerima melalui oral sehingga menyebabkan kemunduran fungsi. Paru-paru masih terjadi odema (pembengkakan karena penumpukan cairan)," tuturnya.

Menurut Mardjo, penumpukan cairan itu karena Minggu malam tim dokter mentransfusi darah hingga 3 labu untuk menaikkan trombosit. Padahal, jika transfusi darah dilakukan maka paru-paru akan kembali mengalami penumpukan cairan. "Mulai hari ini kita tingkatkan kembali penyedotan cairan melalui CVVHD," katanya.

Dia juga memaparkan, pernafasan Soeharto spontan dan kesadaran membaik. Misalnya, saat tadi pagi ketika tim dokter mengajak berdoa, Soeharto dapat merespon dan menganggukkan kepala. Sementara obat-obatan hari ini rencananya ada sebagian obat yang diganti antibioktiknya karena disesuaikan dengan hasil kultur. [L-10]


Last modified: 21/1/08