SUARA PEMBARUAN DAILY

Sekilas

Guru Tak Lulus Sertifikasi Ikut Diklat

Sebanyak 803 guru di Bali yang tidak lulus uji portofolio pada proses sertifikasi tahun lalu, mendaftar untuk ikat pendidikan dan latihan (diklat). Diklat ini wajib diikuti bagi guru yang tidak lulus uji portopolio tersebut sesuai ketentuan. "Banyaknya guru yang ikut diklat ini menyebabkan panitia terpaksa menyebarkan pelaksanaan di tiga lokasi terpisah, meliputi 27 kelas atau kelompok," ujar Koordinator Penyelenggaraan Program Sertifikasi Guru Rayon 21 (wilayah Bali), Nyoman Sudiana, kepada SP, Senin (21/1).

Sudiana yang juga Rektor Universitas Ganesha Singaraja, Bali, mengatakan, diklat untuk guru-guru yang tidak lulus portofolio wajib diikuti guna mendapatkan sertifikasi pendidikan. Nantinya, dari sertifikasi ini seorang guru akan mendapatkan tunjangan profesi guru (TGP) yang besarnya satu kali gaji pokok. "Mereka yang sekarang ikut diklat tidak ada jaminan seratus persen lulus. Jika mereka gagal dalam diklat berarti belum bisa mengantongi TGP," katanya. [137]

Politeknik Kelapa Sawit Diresmikan

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, Fasli Jalal, pekan lalu meresmikan penggunaan kampus politeknik Citra Widya Edukasi (CWE) yang mengkhususkan diri pada pengembangan sumber daya manusia perkelapasawitan. Kampus berlantai empat yang berlokasi di Cibitung, Kabupaten Bekasi, itu dibangun Yayasan CWE di lahan seluas 12.000 meter2 dengan kapasitas 500 mahasiswa.

Ketua Yayasan CWE, Hasjrul Harahap, mengatakan, pihaknya terdorong mendirikan sekolah khusus perkelapasawitan ini karena melihat industri kelapa sawit di Indonesia perlu terus dikembangkan untuk kemajuan bangsa. "Oleh karena itulah kami merasa perlu untuk mencetak tenaga terdidik dan terlatih di bidang perkelapasawitan," tutur Hasjrul. [E-7]


Last modified: 20/1/08