[JAKARTA] Tim khusus yang dibentuk Polrestro Bekasi dalam mengungkap kasus korban mutilasi seorang bocah laki-laki yang ditemukan di depan Bekasi Trade Centre (BTC), Bekasi Timur, 14 Januari lalu, hingga kini belum membuahkan hasil.
"Tim akan terus bekerja keras mencari kepala dan mengungkap identitas bocah korban mutilasi tersebut. Sudah ada tujuh keluarga yang datang ke Polres Bekasi untuk mencari anaknya yang hilang. Tapi, yang mereka cari rata-rata umur di atas umur 20 tahun," kata Kapolrestro Kota Bekasi Kombes Mas Guntur Laope kepada SP, Minggu (20/1) malam.
Guntur menduga, jasad bocah berusia sekitar 12-14 tahun itu tidak dibunuh di lokasi di mana mayat itu ditemukan. Korban sengaja dibuang pelaku di Jalan Joyomartono, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur.
Polisi juga telah menyebarkan informasi tentang ciri-ciri korban. Salah satu ciri korban adalah, adanya tahi lalat yang persis berada di ujung kemaluan korban. Kapolres menghimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dapat menghubungi Polres Bekasi atau langsung ke RSCM, Jakarta.
Seorang perempuan korban mutilasi lainnya yang ditemukan di pinggir Kali Kompleks Pengairan RW 03 RT 04, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Agustus 2007 lalu, hingga kini juga belum terungkap. [HTS/Y-4]