SUARA PEMBARUAN DAILY

Sekilas

Thailand Curigai Dana Pemberontak

Pemerintah Thailand menuding peningkatan aksi kekerasan yang dilakukan gerilyawan pemberontak di Thailand Selatan, terjadi karena pendanaan dari bandar narkotika domestik serta para pendukung internasional. Juru bicara Pemerintah Thailand, Chaiya Yimvilai, menyebut dana diberikan oleh kelompok teroris internasional, tapi dia menolak menyebut namanya.

"Aksi kekacauan meningkat karena dukungan keuangan dari domestik dan internasional. Bandar narkotika, penyelundup, dan kepentingan mafia merupakan sumber utama dukungan keuangan lokal," kata Chaiya, Minggu (20/1). Dia juga menyebut, tidak tertutup kemungkinan keterlibatan Al-Qaida, dengan aksi kekacauan yang terjadi di Thailand Selatan.

Dugaan keterlibatan Al-Qaida sendiri dipatahkan PM Thailand Surayud Chulanont, yang menyebut belum didapatkan informasi soal kemungkinan keterlibatan Al-Qaida itu. "Kami tidak memiliki fakta apakah mereka saling terkait. Tapi mungkin ada kesamaan secara ideologi," ujar Surayud. [AFP/B-14]

Krisis Kenya, 7 Orang Tewas

Bentrok antaretnis di Kenya, buntut dari konflik dalam pemilihan presiden, mengakibatkan korban tewas terus berjatuhan. Tercatat tujuh orang tewas akibat bentrokan yang terjadi, Minggu (20/1), di Mathare, sebuah kawasan kumuh di Nairobi. Para saksi mata menyebutkan, beberapa orang dipukuli hingga mati dan rumah-rumah dibakar.

Seorang warga, Moses Ogolla, Senin (21/1), mengaku, melihat empat jenazah tengah dimasukkan ke dalam kendaraan polisi, Minggu pagi. Dia menduga, pelakunya berasal dari suku Luo, karena dia mendengar pelakunya melakukan percakapan dalam bahasa suku Luo.

Sementara reporter AP mengaku, melihat satu jenazah dari suku Luo, yang tewas dipukuli, saat mengendarai sepeda melalui gerombolan suku Kikuyu di Mathare. Kepolisian Kenya dalam keterangan yang dikutip oleh AFP, menemukan tiga orang tewas di Mathare.

Disebutkan, total korban tewas menjadi 45 orang akibat bentrokan selama lima hari terakhir yang dipicu penolakan terhadap terpilihnya Mwai Kibaki, yang berasal dari suku Kikuyu, sebagai presiden, oleh kelompok oposisi yang dipimpin Raila Odinga, dari suku Luo. [AP/AFP/B-14]


Last modified: 20/1/08