SUARA PEMBARUAN DAILY

South Carolina, Ajang Berat bagi Calon Demokrat

[MISSOURI] Hillary Rodham Clinton, bakal calon Presiden AS dari Partai Demokrat, harus mengubah fokus untuk menghadapi pertarungan keras di primary South Carolina, Sabtu (26/1), sebuah kontes yang diharapkan Barack Obama dapat menyegarkan kembali pencalonan dia setelah mengalami dua kali kekalahan.

Sejumlah jajak pendapat menemukan, para pemilih berkulit hitam di South Carolina bergeser mendukung Obama, meskipun selama bertahun-tahun mereka loyal baik terhadap Hillary maupun suaminya, Bill Clinton, yang dijuluki "presiden kulit hitam AS yang pertama".

Dalam Kaukus Nevada, Sabtu (19/1), Hillary Clinton mengalahkan Obama dengan memenangi dukungan dari kalangan pemilih perempuan serta kekuatan suara yang signifikan dari kalangan Hispanik. Di Nevada, Obama merauh dukungan suara secara meyakinkan dari warga kulit hitam, yang dapat menempati porsi lebih dari 50 persen atas keseluruhan pemilih pada primary South Carolina, Sabtu mendatang.

Menjelang digelarnya kontes South Carolina, Hillary menyatakan, ingin berada pada posisi yang memungkinkan dia memperoleh keuntungan besar pada kontes "Super Duper Tuesday" yang diikuti lebih dari 20 negara bagian, tanggal 5 Februari mendatang. Setelah Nevada, Hillary mendarat di Missouri, salah satu dari beberapa negara bagian yang paling kompetitif.

"Sekarang kita kembali berada di sini di Midwest, tempat saya berasal. Saya sangat senang berjumpa dengan Anda semua," ungkap Hillary, warga asli Chicago, menyapa para simpatisan yang menyambut kedatangannya di St.Louis, kawasan pinggiran di Missouri. Namun, cita-cita yang ingin segera diraih Hillary Clinton sesungguhnya adalah memenangi kontes South Carolina.

Tekanan Besar

Obama sendiri kini berada di bawah tekanan besar untuk memenangi kontes South Carolina. Hasil Kaukus Nevada menciptakan problem bagi Obama. Kemenangan mengesankan Obama dalam Kaukus Iowa tanggal 3 Januari mulai memudar, di tengah bukti rapuhnya dia di antara kelompok-kelompok demografis yang penting, khususnya di kalangan kulit putih, kelompok pekerja Partai Demokrat, serta kelompok pemilih perempuan.

Obama berupaya untuk mengatasi problem itu di Nevada, dengan menggelar diskusi ekonomi dengan para pemilih perempuan, serta membawa istrinya yang populer, Michelle, untuk ikut berkampanye bersama dia.

Tetapi, perempuan melebihi jumlah laki-laki pada keseluruhan pemilih di Kaukus Nevada, dan sebagian besar suara pemilih perempuan mengalir ke Hillary. Dengan kemenangan di Nevada, sejumlah pejabat kampanye mengatakan Hillary akan berupaya keras di South Carolina.

Mantan Ketua Komite Nasional Demokratik, Don Fowler, seorang warga South Carolina yang baru-baru ini mendukung Hillary, mengatakan ia optimistis. "Saya pikir ia bekerja dengan baik. Saya yakin pekan depan kami akan menang," kata Fowler.

Hillary dijadwalkan menghadiri misa di South Carolina untuk menghormati hari ulang tahun pemimpin hak-hak sipil Dr Martin Luther King sebelum menghadiri pawai NAACP di gedung DPR setempat dan menghadiri debat di televisi yang disiarkan secara nasional di Myrtle Beach. Edwards dan Obama juga dijadwalkan berpartisipasi pada pawai hari Martin Luther King. [AP/E-9]


Last modified: 20/1/08