atusan ribu orang dari berbagai penjuru di Sumatera Barat (Sumbar), bahkan dari luar Sumbar memenuhi Kota Pariaman. Mereka tidak ingin ketinggalan menyaksikan atraksi tahunan Pesta Tabuik, yang telah menjadi ikon Kota Pariaman. Mereka rela berdesakan memenuhi lapangan untuk menikmati prosesi Tabuik sampai selesai.
Pesta Tabuik diselenggarakan untuk memperingati kematian dua cucu Nabi Muhammad SAW, yakni Hasan dan Husain yang memimpin pasukan kaum muslim saat bertempur melawan kaum Bani Umayah dalam perang Karbala di Mekah. Dalam pertempuran itu, Husain wafat secara tidak wajar.
Sebagian Muslim percaya jenazah Husain diusung ke langit menggunakan "Bouraq" dengan peti jenazah yang disebut Tabot. Kendaraan Bouraq yang disimbolkan dengan wujud kuda gemuk berkepala wanita cantik menjadi bagian utama bangunan Tabuik. Cerita itulah yang menjadi daya tarik bagi orang-orang yang datang menyaksikan Pesta Tabuik.
Tahapan pembuatan Tabuik dimulai tanggal 1 Muharam, dan didahului acara pembukaan di lapangan Merdeka Pariaman yang dihadiri ribuan warga dan para pejabat Pariaman. Selanjutnya dilaksanakan tradisi maambiak tanah (mengambil tanah) yang dilakukan Kelompok Tabuik Pasar dan Kelompok Subarang.
Setiap kelompok mengambil tanah di tempat berbeda dan berlawanan arah. Kelompok Tabuik Pasar, mengambil tanah di Desa Pauh, sedangkan Kelompok Tabuik Subarang di Desa Gelombang.
Prosesi mengambil tanah dipercayakan pada tokoh berjubah putih, yang melambangkan kejujuran Husain. Tanah diambil dan dimasukkan ke daraga, kotak yang menyimbolkan kuburan Husain. Tanah itu lalu diarak ke rumah Tabuik Pasar dan rumah Tabuik Subarang diiringi alunan gendang tasa yang bertalu-talu.
Dalam perjalanan, kedua kelompok Tabuik berpapasan dan masing-masing kelompok berselisih serta bermpur, yang menggambarkan perang Karbala. Menyertai acara pembukaan pada hari pertama juga digelar Festival Anak Nagari (permainan tradisional Pariaman), Festival Tabuik Lenong dan pawai Muharam mengelilingi Kota Pariaman.
Meningkatnya jumlah pengunjung yang menyaksikan Pesta Tabuik kali ini, menurut Ketua Panitia Tabuik, Nasrul Syam, disebabkan upaya promosi di berbagai media. [BO/N-4]