[JAKARTA] Intervensi perusahaan finansial Amerika Serikat (AS), seperti Merryl Lynch dan Citigroup, ke pasar saham dunia terkait kerugian akibat kasus Krisis kredit berbasis perumahan (subprime mortgage) akan sangat kuat.
Kerugian yang dialami perusahaan finansial AS, yang juga merupakan lembaga keuangan internasional itu, memungkinkan dilakukannya konsolidasi portofolio di berbagai cabang mereka yang tersebar di seluruh dunia.
"Mudah-mudahan pembobotan portofolio lembaga keuangan internasional itu untuk Indonesia tidak terlalu besar, sehingga tidak ada likuidasi atau tekanan yang besar terhadap pasar saham juga pasar uang kita," kata Head of Research Recapital, Poltak Hotradero, dalam diskusi pasar modal bertema "Outlook Pasar Modal dan Rekomendasi Investasi 2008", di Bursa Efek Indonesia (BEI), akhir pekan lalu.
Menurut dia, pengaruh resesi AS terhadap pasar global kini mulai terlihat pascapengumuman perkiraan kerugian yang dialami lembaga-lembaga keuangan dunia, sejak minggu pertama Januari 2008.
Hal itu, terlihat dari perdagangan saham di bursa dunia, yang cenderung melemah, termasuk indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI, meski sempat menguat hingga menembus level 2.830 pada perdagangan 9 Januari 2008.
"Volatile (gerak naik-turun yang sulit diprediksi, Red) saham masih sangat tinggi. Pengaruh dari resesi AS bagi pasar global akan terjadi selama semester I 2008. Kemungkinan pada semester II 2008, kondisi pasar baru menuju stabil," ujar Poltak. [J-9]