SUARA PEMBARUAN DAILY

Harga Kedelai Turun, Harga Tempe dan Tahu Tetap Tinggi

[JAKARTA] Harga jual kedelai dari produsen kepada pengusaha turun dari Rp 7.500 menjadi Rp 7.300/kg. Sayangnya, penurunan harga ternyata belum mampu menurunkan harga tempe dan tahu, yang sejak se- minggu lalu naik 50 persen. Sebelumnya harga tempe Rp 3.000 per bungkus dan tahu Rp 100 per potong.

Di Pasar Jatinegara dan Pasar Otista, Jakarta Timur, sampai Senin (21/1), harga tahu dan tempe masih tetap tinggi. Harga tempe tetap Rp 4.000 per bungkus dan harga tahu Rp 150 per potong.

Pengusaha tahu Sumiati (54) mengatakan, sejak harga kedelai naik 100 persen, pabriknya sempat berhenti. Sebab, pelanggan mengeluhkan harga jual tahu, yang naik dari Rp 100 per potong menjadi Rp 150 per potong.

Selain harga naik, Sumiati juga terpaksa mengurangi ketebalan tahu dari 5 sentimeter (cm) menjadi 3 cm. "Harga kedelai terlalu tinggi bagi kami. Untuk menyiasatinya, terpaksa kami mengurangi kedelai. Hasilnya, tahu tipis dan mudah hancur.Tetapi kalau harganya tidak dinaikkan pengusaha rugi," ujar Sumiati di pabriknya, di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (20/1).

Harga yang diharapkan oleh pengusaha tahu dan tempe untuk kedelai Rp 5.000/kg. Harga tersebut, dianggap pantas karena bisa menguntungkan petani kedelai, dan tidak merugikan pengusaha. Sebelumnya, pada bulan Juni 2007, harga kedelai hanya Rp 3.500-4.000/kg. Namun sejak Januari 2008, harga kedelai naik sampai Rp 6.000/kg.

Sumiati memproduksi tahun sebanyak 230 kaleng per hari, dengan bahan baku kedelai satu ton. Sebelumnya, modal yang dikeluarkan Rp 3,5 juta/hari, namun sejak kenaikan harga, naik menjadi Rp 6 juta/hari. Sementara harga jual hanya bisa dinaikan 50 persen saja.

Pengusaha tempe lainnya, Suharyo (40) mengeluhkan, pendapatannya turun sampai 50 persen akibat keniakan harga kedelai, bahkan di harus menombok karena mahalnya bahan baku. Dalam sehari, Suharyo harus mengeluarkan modal produksi Rp 750.000. Sementara pendapatan hanya Rp 850.000 per hari.

Pendapatan kotor Rp 100.000 itu belum dihitung dengan harga jual plastik kemasan, upah pekerja, dan transportasi dari pabrik ke pasar. "Faktanya, saya justru harus menombok Rp 200.000 lagi," ujar Suharyo

Harga tempe sampai saat ini masih Rp 4.000 dari sebelumnya Rp 3.000 per bungkus. Dikatakan Suharyo, penurunan harga kedelai belum bisa membantu pengusaha karena turun hanya lima persen, sementara kenaikan sampai 100 persen.

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu mengatakan upaya yang dilakukan pemerintah hanya dengan menurunkan bea masuk (BM) menjadi nol persen serta meningkatkan produktivitas komoditas pangan. [EAS/N-6]


Last modified: 21/1/08