[MAKASAR] Sekitar 3.000 orang gabungan dari organisasi dan masyarakat, Jumat (18/1), pukul 09.00 Wita menutup Jalan Sultan Alaudin di pintu perbatasan Kabupaten Gowa dengan Kota Makasar, Sulsel, yang merupakan jalur lintas Sulawesi. Mereka membakar ban bekas dan berorasi menuntut pasangan gubernur terpilih pada Pilkada Sulsel, Syahrul Yasin Limpo - Agus Arifin Nu'mang se- gera dilantik, Sabtu (19/1) besok.
Mereka menolak ke- inginan Departemen Dalam Negeri yang menetapkan caretaker Gubernur Pro-vinsi Sulsel.
Akibat pemblokiran tersebut, ratusan kendaraan yang mengarah ke Kabupaten Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai dan Selayar terpaksa harus melewati jalan alternatif.
Selepas salat Jumat, massa berencana bergerak menuju Kota Makassar dengan konvoi besar-besaran.
Pengamatan SP, Jumat pagi, memperlihatkan bahwa penjagaan di pintu perbatasan ini tidak terlalu ketat.
Jumlah aparat keamanan yang bersiaga tidak terlalu banyak. Di sejumlah sudut kawasan perbatasan hanya terlihat beberapa anggota TNI dan Polri.
Siaga Satu
Sementara, Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar (Kapolwiltabes) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kombes Pol Genot Hariyanto mengatakan, status Kota Makassar pada Jumat (18/1) pagi telah dinyatakan siaga satu.
"Langkah ini untuk mengantisipasi semakin meningkatnya aksi unjuk rasa berkaitan dengan hasil Pilkada Gubernur Sulsel periode 2008-2013," ujar Kapolwiltabes Makassar Genot Hariyanto kepada SP di Makassar, Jumat pagi.
Semua fasilitas umum yang vital diamankan. Gedung DPRD Sulsel, mi- salnya, sudah dipasangi barikade kawat berduri dan sebuah mobil watercanon tampak disiagakan. [148]