
[MELBOURNE] Kejayaan di masa lalu, ternyata tak menyilaukan petenis Australia, Lleyton Hewitt. Tujuh tahun lalu, dia pernah menjadi petenis nomor satu dunia. Dan, hebatnya prestasinya pada 2001 itu menjadikannya petenis nomor satu termuda dalam sejarah tenis profesional di bagian putra. Namun itu sudah lampau, sekarang Hewitt memulai lagi dari awal.
Kini dia hanya menempati peringkat 21 dunia. Tetapi langkah Hewitt mantap menuju putaran tiga Grand Slam Australia Terbuka, Kamis (17/1), dengan menyingkirkan petenis Uzbekistan, Denis Istomin, dalam pertandingan empat set.
Seusai pertandingan, petenis berusia 26 tahun itu mengaku sudah banyak perubahan terjadi semenjak dia tampil di arena tenis profesional. Dahulu, hampir semua lawan dikalahkannya. Kini menghadapi petenis peringkat 157 dunia, Hewitt mengaku sudah berat. Dia mengaku langkah kakinya sudah terasa berat.
Pada pertandingan berikutnya, dia akan menghadapi petenis unggulan ke-15 asal Siprus, Marcos Baghdatis. Hewitt menyadari dia dapat tersingkir kapan saja, namun harapan dan dukungan dari para penggemarnya, dapat membangkitkan semangatnya untuk terus bertahan.
"Tidak peduli siapapun lawan saya, ini akan menjadi pertandingan yang cukup berat. Kami pasti telah sama-sama bermain dengan keras untuk dapat sampai keputaran ini," katanya. "beberapa hari lalu, saya bermain dengan sangat baik. Jika saya dapat terus bermain seperti itu, saya akan membuat semua orang berada dalam masalah. Saya sudah melaluinya dengan baik, sampai sejauh ini." [Berbagai sumber/CAT/L-9]