
Petenis putri Belgia, Justine Henin bersiap melakukan servis ke arah lawannya, Francesca Schiavone (Italia) pada pertandingan babak ketiga turnamen tenis "Grand Slam" Australia Terbuka, di Melbourne, Australia, Jumat (18/1). afp

[MELBOURNE] Unggulan pertama tunggal putri asal Belgia, Justine Henin, membuka peluang maju ke babak final turnamen tenis Grand Slam Australia Terbuka setelah menang 7-5, 6-4 atas petenis Italia unggulan ke-25, Francesca Schiavone, 7-5, 6-4, di kompleks Stadion Melbourne Park, Melbourne, Australia, Jumat (18/1).
Pertandingan Henin melawan Schiavone berlangsung lebih ketat dari perkiraan banyak orang sebelumnya. Henin melakukan banyak unforced error (kesalahan sendiri) di set pertama. Hal ini membuat Schiavone mendapat angin dan sempat mengembangkan permainannya sebelum akhirnya terkunci di kedudukan 7-5 untuk keunggulan Henin.
Pada set kedua, Henin langsung tampil menekan dan dua kali mematahkan servis Schiavone sehingga memimpin 4-1. Schiavone sempat bangkit dan menahan laju Henin sebelum kemudian kembali takluk 6-4.
"Saya selalu kesulitan menghadapi dia di beberapa pertandingan terdahulu. Ini sungguh-sungguh pertandingan babak ketiga yang berat buat saya," tutur Henin sesuai pertandingan.
Data statistik menunjukkan Henin melakukan 27 unforced error, sementara Schiavone 24. Kedua pemain sama-sama melakukan empat kali double fault (dua kali salah servis). Henin membuat dua kali service ace, sedangkan Schiavone tidak sama sekali.
Dalam enam kali penampilannya di Australia Terbuka sejak 2000, Henin baru sekali menjadi juara (2004). Tahun lalu dia absen karena harus mengurus perceraiannya dengan suaminya.
Di babak keempat atau perdelapan final, Henin akan menghadapi pemenang pertandingan Su-Wei Hsieh (Taiwan) vs Aravane Rezai (Praancis).
Henin juga telah empat kali menjuarai turnamen Grand Slam Prancis Terbuka (2003, 2005, 2006, 2007), dua kali juara di AS Terbuka (2003, 2007).
Sementara itu, petenis unggulan ke-12 asal Cheska, Nicole Vaidisova, juga melaju mulus ke babak keempat setelah menang mudah 6-3, 6-4 atas Ai Sugiyama (Jepang).
Baghdatis Dikecam
Sementara itu, unggulan ke-15 putra asal Siprus, Marcos Baghdatis, mendapat hujan kritik karena komentarnya yang anti-Turki dalam video yang ditayangkan situs web YouTube.com. Baghdatis menolak meminta maaf atas perbuatannya itu.
Video itu ditayangkan dalam video tukar pendapat sepuluh bulan lalu, namun menjadi berita di media massa utama Australia, Jumat (18/1). Tayangan video itu menggambarkan petenis keturunan Yunani Siprus itu bernyanyi dan memegang obor bersama teman-temannya di satu rumah di Melbourne.
Satu di antara pria yang ada dalam tayangan video itu adalah anggota Hellas Fan Club yang diusir dari kompleks Melbourne Park karena membuat keributan Selasa (15/1) lalu.
Anggota Hellas Fan Club telah mendukung Baghdatis selama dua tahun sejak dia masuk final Australia Terbuka 2006.
Dalam tayangan video itu, Baghdatis mengatakan, "Turki Keluar." Siprus telah terbagi dalam garis-garis etnis sejak 1974, ketika Turki menginvasi menyusul upaya kudeta untuk menyatukan kepulauan Mediterania dengan Yunani.
"Sudah banyak liputan tentang saya dalam video YouTube.com. Dalam video itu sejak 2007 saya mendukung kepentingan negara saya, Siprus, sementara protes melawan satu situasi itu tidak diterima oleh PBB. Sekarang saya ingin konsentrasi pada turnamen dan saya harap orang-orang menghargai saya," kata Baghdatis dalam pernyataan yang disiarkan panitia penyelenggara Australia Terbuka.
Kritik bertubi-tubi langsung datang dari komunitas Turki Siprus di Melbourne terhadap Baghdatis. "Saya mendapat banyak telepon dari anggota yang kecewa terhadap sikap rasis seorang olahragawan kenamaan," kata Hakki Suleyman, Presiden Asosiasi Kebudayaan dan Kesejahteraan Turki Siprus.
"Ini merupakan provokasi langsung kepada komunitas kami dan dia memainkan permainan yang berbeda di olahraga. Dia bukanlah seorang olahragawan dan sepantasnya meminta maaf," Suleyman menambahkan. [AP/A-11]