SUARA PEMBARUAN DAILY

Persija-Persik Rusuh

Deportasi Saja Serghei Dubrovin!

[JAKARTA] Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, marah dan kecewa dengan tindakan semena-mena yang dilakukan oleh pelatih asal Moldova yang menukangi tim "Macan Kemayoran" Persija Pusat, Serghei Dubrovin.

Nurdin yang mengaku rajin menyaksikan tayangan langung sepakbola babak delapan besar Liga Djarum Indonesia 2007 di Rutan Salemba, sangat tidak setuju dengan ulah Dubrovin yang memukul wajah striker klub Persik Kediri, Christian Gonzalez seusai pertandingan Grup B antara Persija versus Persik yang berakhir 2-2 di Stadion Manahan, Solo, Jateng, Kamis (17/1) petang.

"Perbuatan Serghei tidak bisa diampuni. Dia adalah pelatih asing yang seharusnya bisa memberikan contoh bagi pelatih-pelatih lokal Indonesia dalam bertindak. Ini malah sebaliknya. Kalau begitu, lebih baik dia dideportasi saja!" tegas Nurdin kepada SP di Jakarta, Jumat (18/1) pagi.

Ditambahkan, setelah insiden memalukan di Stadion Brawijaya, Kediri, yang dilakukan oleh oknum suporter Arema Malang, Rabu (16/1) lalu, dirinya memerintahkan agar Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang dipimpin Hinca Pandjaitan segera bersidang dan membuat keputusan tegas.

Perintah itupun direspon Hinca dengan menggelar rapat di Solo, Kamis (17/1) malam. Hasilnya, Komdis pun menghukum Serghei Dubrovin untuk tidak boleh mengikuti kegiatan sepakbola di Indonesia selama dua tahun dan denda uang sebesar Rp 50 juta.

Sanksi yang diberikan kepada Serghei Dubrovin berlaku mulai Kamis (17/1), bukan karena dia memukul wajah Gonzalez, tetapi memukul asisten wasit I, Udin Sumarsyah. Selain itu, dia juga coba mempengaruhi pemainnya untuk mogok pertandingan.

"Sanksi ini dijatuhkan merupakan hasil rapat kilat dari anggota Komdis usai peristiwa tersebut," katanya.

Untuk pemain yang terlibat perkelahian, akan dipanggil oleh PSSI untuk dimintai keterangan seperti penjaga gawang Persija, Evgeni Khamaruk dan striker Persik, Gonzalez.

Diputuskan pula, suporter Arema "Aremania" dilarang menyaksikan pertandingan yang diselenggarakan PSSI di seluruh stadion di Indonesia selama tiga tahun. Larangan ini juga termasuk melarang mereka masuk ke dalam Stadion Kanjuruhan, markas tim Arema.

Gara-gara Wasit

Wasit lagi-lagi menjadi biang kisruh. Setelah sehari sebelumnya wasit Djadjat Sudrajat membuat Stadion Brawijaya, membara, kini giliran Mukhlis AF membuat Stadion Manahan, bergejolak.

Partai Persija Jakarta dan Persik Kediri, yang awalnya berlangsung apik dan menarik, berakhir ricuh. Akibat keputusan wasit Mukhlis AF yang buruk, perkelahian massal pun terjadi, meski kedudukan akhir imbang 2-2. Hasil itu membuat langkah Persija ke babak semifinal menjadi tersendat.

Kericuhan kali pertama terjadi saat Mukhlis mengesahkan gol kedua Persik yang dibuat Christian Gonzalez di menit ke-83. Gol itu diprotes pemain dan ofisial Persija dengan memburu Mukhlis dan asisten wasit I, Udin Sumarsyah. Bahkan Serghei, yang biasanya kalem, mendadak emosi dengan mendorong Udin.

Keributan lebih besar terjadi lagi setelah wasit meniupkan peluit panjang. Di sinilah terjadi pemukulan yang dilakukan Dubrovin terhadap Gonzalez.

"Kami prihatin dengan kejadian tadi. Padahal kami sudah berusaha menahan emosi pemain. Sayang pertandingan menarik tadi ternodai," ujar pelatih Persik, Daniel Rukito.

Asisten pelatih Persija Isman Jasulmei mengaku salut dengan permainan timnya. Menurut dia, seharusnya Persija menjadi pemenang di pertandingan. Mengenai aksi keributan dan tindakan Dubrovin mendorong Asisten Wasit Udin Sumarsyah, Isman menilai itu tindakan yang manusiawi. Apalagi kemenangan Persija yang sudah di depan mata hilang karena keputusan wasit.

Dalam pertandingan selanjutnya, finalis Copa Indonesia 2007, Persipura Jayapura mengalahkan Deltras Sidoarjo 4-0. [F-4]


Last modified: 18/1/08