[SERANG] Kelangkaan pupuk bersubsidi jenis urea dan SP36 di Banten karena buruknya manajemen distribusi yang dilakukan distributor. Kinerja distributor pupuk bersubsidi di Banten akan dievaluasi dan ditinjau kembali, apakah akan tetap dipakai sebagai distributor atau diganti dengan distributor lain.
Kasubdin Pertanian Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Banten, Agus Mumahad Tauchid kepada SP, di Serang, Kamis (17/1) menjelaskan, kasus kelangkaan pupuk di Banten sudah diselidiki oleh tim dari Distanak Banten dan menemukan sejumlah fakta memprihatinkan.
Pengakuan sejumlah pengelola toko pupuk di Banten bahwa stok pupuk sudah habis memang benar. Padahal, distributor harus selalu menyediakan stok pupuk sehingga tidak terjadi kelangkaan pupuk di tingkat petani.
Tim Distanak Banten melakukan pengecekan di tiga gudang pupuk urea yakni di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, di Serang dan di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Stok pupuk di tiga gudang itu telah habis, katanya.
Sementara itu, pemilik toko pupuk PD Alim Putra Pontang, Ulfa mengatakan, pihaknya tidak bisa memenuhi dan melayani permintaan petani karena stok pupuk urea dan SP36 sudah tidak ada. [149]