[MAKASSAR] Maraknya unjuk rasa ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang memprotes pemilihan kepala daerah (pilkada) ulang di empat daerah di Sulsel (Bone, Bantaeng, Gowa dan Tana Toraja), menyebabkan anggota dewan mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk melakukan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Sulsel 2008.
Pembahasan RAPBD yang dilakukan oleh masing-masing komisi, seharusnya berlangsung di gedung DPRD Sulsel, namun anggota dewan dan para kepala dinas serta pimpinan instansi enggan mengikuti rapat di tempat tersebut, lantaran beberapa hari sebelumnya seorang anggota dewan dikejar pengunjuk rasa dan dua kepala dinas disandera.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Lutfi Halide, yang dihubungi, Kamis (17/1) mengatakan, pembahasan RAPBD dipindahkan ke gedung Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sulsel di Jalan Andi Pangeran Pettarani.
Sebelumnya pembahasan itu memang direncanakan di gedung DPPD, namun siatuasi dinilai tidak aman. Menyikapi pembahasan RAPBD di luar gedung DPRD Sulsel,
Koordinator Komite Pemantau Legislatif Sulsel, Syamsuddin Alimsyah mengatakan, pembahasan itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Pihaknya membenarkan jika terpaksa dilakukan di luar gedung DPRD, sebab kondisi keamanan tak mendukung. [148]