SUARA PEMBARUAN DAILY

Harga Minyak Goreng Rp 13.000 Per Kg

[MALANG] Kenaikan harga kedelai dan tepung terigu di Malang Raya, Jawa Timur, terus diikuti kenaikan harga minyak goreng curah dari pekan lalu sebesar Rp 9.000, Kamis (17/1) menjadi Rp 13.000 per kilogram (kg).

"Tidak perlu bingung, karena pada Sabtu (12/1) akhir pekan lalu, harga minyak goring curah sempat mengalami kenaikan dua kali dalam sehari. Ini memang lagi edan," ujar Chandra JH (45), Pedagang Grosir Minyak Goreng di Pasar Besar Malang, Kamis.

Kenaikan harga itu menurut Chandra bukan karena stok menipis, namun memang harga kulakannya yang terus naik. Ia menduga kenaikan harga minyak goreng (dan barang industri lain) naik tajam karena pemerintah menaikkan harga bahan bakar mesin solar industri.

Sejumlah ibu yang berbelanja di Pasar Blimbing, Kota Malang mengeluh atas kenaikan semua jenis kebutuhan pangan di awal tahun 2008. Setelah diguncang harga beras, tepung terigu, kelangkaan minyak tanah, kedelai untuk bahan baku tahu tempe dan masih banyak lagi barang-barang kebutuhan hidup lain yang berebut naik, kini mereka harus menderita karena harga minyak goring juga naik.

"Biangnya tetap sama, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) solar untuk menggerakkan mesin pabrik dan minyak tanah yang dikonversi ke gas elpiji," katanya.

Sementara itu, pantauan SP di Pasar Angso Duo Kota Jambi, Kamis (17/1), harga minyak goreng menembus angka Rp 10.000 per kg. Harga minyak goreng itu naik sebesar Rp 1.500 per kg dibandingkan harga minyak goreng awal Desember 2007 sebesar Rp 8.500 per kg.

Bertahap

Kasubdin Perdagangan Dinas Koperasi dan Perindustrian Kota Jambi, Sobirin mengatakan, kenaikan harga minyak goreng di kota itu terjadi secara bertahap sejak Desember 2007. Kenaikan harga minyak goreng itu akibat kenaikan harga BBM untuk industri.

Sementara itu, harga minyak goreng curah di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terus melambung. Sekarang ini, harga minyak curah telah mencapai Rp 9.900 sampai Rp10.000 per kg.

Sebelumnya, minyak goreng curah masih di kisaran Rp 9.800 per kg. Kondisi ini semakin mempersulit masyarakat, dan membuat para ibu rumah tangga di Kota Padang pusing.

"Sudah sepekan ini harga minyak goreng curah terus mengalami kenaikan, bahkan harganya saat ini sudah mencapai Rp 10.00 per kg. Harga ini jauh dibandingkan harga normal yang dikisaran Rp 8.500 per kg," kata Pedagang Kelontong di Pasar Raya Padang, Abet, Kamis (17/1).

Menurutnya, sejauh ini kenaikan harga minyak itu memang belum berpengaruh besar terhadap jumlah konsumen yang belanja. Sebab, konsumen tetap membeli minyak goreng curah walau dengan wajah mengkerut mendengar harganya yang telah mencapai Rp 10.000 per kg.

"Para konsumen hanya bisa mengomel saja dengan harga minyak goreng curah yang terus melonjak tajam," katanya.

Yeni, ibu rumah tangga yang tinggal di Siteba mengaku pusing terhadap naiknya harga minyak goreng curah dan kebutuhan lainnya seperti beras, tahu, dan tempe.

Karena itu, dia minta kepada pemerintah untuk segera melakukan operasi pasar agar masyarakat tidak semakin terimpit biaya kebutuhan hidup.

Dia juga berdagang tahu dan makanan gorengan ini, setiap harinya menggunakan 2 kg minyak goreng. Sejak harga minyak melambung, pendapatannya berkurang. Dia tak bisa menaikkan harga dagangannya. Dia berharap, pemerintah dapat segera mengatasi persoalan ini. [BO/148/070/141]


Last modified: 18/1/08