[LONDON] Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband menuduh Rusia terang-terangan melakukan intimidasi terhadap para staf British Council di sana yang mendorong British Council akhirnya menangguhkan operasinya di dua kota Rusia, St Petersburg dan Yekaterinburg.
Miliband menegaskan Inggris merasa marah dan kecewa dengan tindakan Rusia. "Tindakan Rusia sangat tidak patut, tidak pantas dilakukan sebuah negara besar dan bertentangan dengan ketentuan dan semangat yang menjadi kerangka legal bagi operasi British Council di sana," tegas Miliband, Jumat (18/1).
Miliband menyatakan Inggris tidak akan membalas dengan menganggu aktivitas kultural atau perwakilan Rusia di Inggris. "Tidak bisa kebudayaan dijadikan ajang sepakbola politis," tegasnya.
Rusia menuduh British Council, telah beroperasi ilegal dan memerintahkan penutupan dua kantor British Council di St Petersburg dan Yekaterinburg. British Council dituding melanggar aturan perpajakan. Tetapi tudingan itu dibantah oleh Inggris dan menolak penutupan tersebut. Namun, intimidasi yang dilakukan aparat Rusia terhadap staf British Council pada beberapa hari belakangan memaksa mereka menutupnya untuk sementara, hanya yang di Moskwa yang masih berjalan.
Sepuluh staf didatangi tengah malam dan ditanyai berbagai hal dari soal status institusi hingga masalah pribadi seperti soal binatang peliharaan. Dinas Keamanan Federal (FSB) menyatakan hal itu untuk melindungi warga negara Rusia dari kemungkinan permainan provokatif orang-orang Inggris. [AP/Y-2]