
[KAIRO] Omar Osama bin Laden memiliki kemiripan wajah dengan ayahnya yang dikenal sebagai pemimpin teroris Al Qaeda. Perbedaannya, Omar tampil dengan rambut berurai panjang sampai hampir ke pinggang dan jaket kulit hitam mengilat.
Lelaki berusia 26 tahun ini tidak mengecam ayahnya yang dikenal dengan aksi-aksi mematikannya. Tetapi ia menandaskan ada jalan yang lebih baik dalam membela Islam daripada melakukan tindakan-tindakan militan. Omar mengutarakan keinginannya untuk menjadi duta bagi perdamaian antara Islam dan Barat.
Omar, salah seorang anak dari 19 anak Osama, membuat berita menggemparkan tahun lalu. Ia menikahi wanita Inggris berusia 52 tahun, Jane Felix-Browne, yang mengubah nama menjadi Zaina Alsabah.
Pasangan ini ingin mengampanyekan perdamaian dengan melakukan perjalanan sejauh 3000 mil atau sekitar 4825 kilometer menggunakan kuda melintasi Afrika Utara. Tujuannya menarik perhatian dalam rangka mewujudkan perdamaian.
"Ini juga terkait dengan mengubah pola pikir di Barat. Banyak yang beranggapan orang-orang Arab, terutama keluarga Bin Laden dan khususnya anak-anak Osama adalah teroris. Semua itu tidak benar," ungkap Omar yang diwawancarai di kafe di pusat perbelanjaan Kairo, Mesir, pekan lalu.
Menurutnya, memang banyak orang mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk meyakini pemikiran "Bin Laden: Duta Perdamaian."
Omar tinggal bersama ayahnya di Sudan, kemudian pindah ke Afghanistan tahun 1996.
Di sana ia ikut di kamp pelatihan Al-Qaeda, tetapi pada tahun 2000 ia memutuskan bahwa pasti ada jalan lain untuk hidup. Karena itu, ia meninggalkan ayahnya dan kembali ke tanah airnya, Arab Saudi.
"Saya tidak menginginkan situasi yang selalu perang, Saya lebih suka mencari jalan lain dan jalan lain inilah yang mungkin akan kami lakukan, dialog," ucapnya dalam bahasa Inggris yang fasih.
Omar memperkirakan ayahnya tidak menentang kepergiannya. Tanpa merincinya, Alsabah menambahkan, Omar telah berani mematahkan alur kehidupan seperti itu dan menyempal.
"Omar bin Laden adalah anak dari Osama bin Laden dari istri pertamanya, Najwa," kata pejabat intelejen AS yang enggan disebutkan namanya, Kamis (17/1).
Omar dibesarkan di Sudan dan Afganistan setelah Ayahnya keluar dari Arab Saudi.Omar dan Istrinya menyatakan, tidak dianggap mengganggu oleh pemerintah Mesir, yang mengatakan anak pemimpin teroris belum tentu membahayakan. [AP/SYH/Y-2]