![]()
AP/Nasser Shiyoukhi
Seorang tentara Israel berhadapan dengan warga Palestina di Hebron, Tepi Barat, Kamis (17/1). Tentara Israel menyerang Jalur Gaza dan militan Hamas melempari granat dan roket ke Israel. Situasi ini membuat prospek perdamaian terganjal lagi.
[GAZA CITY] Israel menutup seluruh pintu perbatasan Jalur Gaza, Kamis (17/1) dan pada waktu bersamaan melancarkan serangan udara yang menewaskan tujuh warga Palestina di wilayah yang kini dikuasai oleh Hamas. Situasi ini membuat prospek perdamaian Israel-Palestina jadi suram.
Israel berdalih, gempuran udara ke Gaza dilancarkan untuk menahan serangan-serangan roket gerilyawan Palestina. Perdana Menteri Israel Ehud Olmert bertekad akan terus meningkatkan serangan terhadap militan Palestina di wilayah Gaza.
Situasi di Gaza, wilayah kekuasaan Hamas yang dicengkeram kemiskinan, semakin memprihatinkan. Perintah agar seluruh pintu perbatasan yang menghubungkan Israel dengan Gaza ditutup disampaikan Menteri Pertahanan Ehud Barak, pada Kamis malam. Seorang pejabat di Kementerian Pertahanan Israel, yang tidak bersedia disebutkan identitasnya, mengatakan penutupan seluruh pintu perbatasan Gaza akan berlangsung selama beberapa hari. Pintu perbatasan Israel-Gaza ditutup sama sekali baik bagi arus lalu lintas perdagangan maupun para pelintas batas. Pintu-pintu perbatasan akan dibuka bagi pengiriman bantuan-bantuan kemanusiaan. Israel sebelumnya pernah memberlakukan pembatasan ketat terhadap jalan masuk dan keluar Gaza, pada musim gugur tahun 2007, setelah Gaza yang diambil alih oleh Hamas pada bulan Juni tahun lalu dinyatakan sebagai "entitas musuh".
Gempuran Israel ke Gaza, yang menewaskan 30 orang dalam tiga hari terakhir, dikecam keras warga Palestina. Amerika Serikat, sekutu utama Israel, juga didesak agar melakukan intervensi sehingga upaya-upaya damai dapat terus berlangsung. "Ekskalasi militer bertujuan untuk menggagalkan negosiasi Israel-Palestina," kata Nabil Abu Rudeina, juru bicara untuk Presiden Mahmud Abbas, kepada AFP.
AS mendesak Israel agar menghentikan serangan-serangan ke Jalur Gaza yang merenggut nyawa rakyat tidak bersalah. Tetapi Washington juga berpendapat, Israel punya hak melancarkan serangan untuk menahan serangan roket dan mortir dari militan Islam.
Sekjen PBB Ban Ki-moon prihatin atas meningkatnya kekerasan di Israel dan Palestina. Ban mendesak agar pasukan Israel berupaya semaksimal mungkin untuk menahan diri. Selain itu, Ban juga meminta militan Palestina di Gaza agar menghentikan serangan roketnya ke Israel. Ban menyerukan agar para penembak jitu Israel dan serangan-serangan roket ke Israel segera dihentikan. Di saat yang sama, ia meminta agar Israel Defence Forces (IDF) semaksimal mungkin menahan diri. [AFP/AP/E-9]