[JAKARTA]Dukungan pendanaan perbankan untuk program Revitalisasi Perkebunan selama 2007 gagal memenuhi target. Dari target dana revitalisasi yang ditetapkan sebesar Rp 4,4 triliun hanya terpenuhi 55 persen atau sebesar Rp2,43 triliun. Demikian dikatakan Dirjen Perkebunan Departemen Pertanian, Achmad Manggabarani di Jakarta, Kamis (17/1).
Menurut Manggabarani, pagu anggaran perbankan yang teralisir itu berasal dari tujuh bank yakni BRI, Bank Mandiri, BPD Sumatera Barat, BPD Sumatera Utara, dan BPD Sumatera Selatan.
Realisasi Bank Mandiri mencapai Rp1,49 triliun dengan luas areal 45.671 ha perkebunan kelapa sawit serta mencakup 23.234 petani di sembilan provinsi. Kemudian BRI sebesar Rp716,72 miliar untuk 9.322 petani karet dan kakao, serta kemitraan di 10 provinsi dengan luasan lahan 21.091 hektare (ha).
Sedangkan BPD Sumbar sebesar Rp18,99 miliar untuk 232 petani kelapa sawit dan karet dengan areal perkebunan 499 ha.
Sementara realisasi pembiayaan dari BPD Sumsel selama tahun lalu sebesar Rp201,18 miliar untuk areal perkebunan kelapa sawit 4.964 ha yang mencakup 2.073 petani dan dari BPD Sumut mengucur Rp113 juta untuk enam petani karet seluas enam ha. Sementara Bank Bukopin dan Bank BNI tahun 2007 lalu malah tidak mengucurkan sama sekali, katanya.
Lebih lanjut Manggabarani mengatakan untuk mempercepat pengembangan perkebunan rakyat pemerintah melakukan program Revitalisasi Perkebunan yang dilaksanakan dari 2007 hingga 2010. Perbankan dilibatkan guna memberikan dukungan investasi, sementara subsidi bunga ditanggung pemerintah.
Kegiatan Revitalisasi Perkebunan yang meliputi komoditas kelapa sawit, kakao, dan karet tersebut, berupa perluasan lahan, peremajaan, dan rehabilitasi tanaman dengan total luas lahan sampai tahun 2010 mencapai dua juta hektar (ha).
Melalui program Revitalisasi Perkebunan, pemerintah menetapkan sampai 2010 melakukan perluasan lahan 1,5 juta ha, yang terdiri dari kelapa sawit 1,3 juta ha, karet 50 ribu ha, dan kakao 110 ribu ha.
Sedangkan peremajaan tanaman mencapai 429 ribu ha meliputi 54 ribu ha kakao, 125 ribu ha kelapa sawit, dan 250 ribu ha karet. Untuk rehabilitasi tanaman seluas 36 ribu ha hanya pada perkebunan kakao. [L-11]