SUARA PEMBARUAN DAILY

Sriwijaya FC Beruntung

Pelatih Sriwijaya FC Palembang, Rahmad Darmawan (tengah, bertopi) mengangkat Piala Copa Dji Sam Soe Indonesia 2007 setelah mengalahkan Persipura Papua dalam adu penalti 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (13/1) malam. SP/Luther Ulag

[JAKARTA] Lagu 11 Januari yang dilantunkan grup band Gigi di atas panggung di depan VIP Timur Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (13/1) malam, mengiringi perjuangan akhir dari pasukan "Laskas Wong Kito" Sriwijaya FC.

Secara dramatis, Sriwijaya FC menjadi juara baru Copa Dji Sam Soe setelah pada final mengalahkan favorit juara, tim "Mutiara Hitam" Persipura Jayapura dengan skor 3-0 melalui adu penalti, setelah dalam pertandingan 120 menit, bermain imbang 1-1.

Baik kubu Sriwijaya maupun Persipura, sama-sama menegaskan bahwa keberuntunganlah yang paling dominan. Dengan sukses itu, Sriwijaya membawa pulang hadiah utama Rp1,5 miliar, sementara Persipura sebagai runner-up mendapat Rp750 juta. Juara ketiga Persija Pusat kebagian Rp 350 juta. Predikat juara tiga disandang tim "Macan Kemayoran" Persija Pusat setelah mengalahkan Pelita Jaya Purwakarta 2-1 dalam pertandingan di sore harinya.

Selain pasukan Sriwijaya FC, malam itu bisa dikatakan menjadi malam yang sangat menghibur Persija Pusat. Pasalnya, selain mendapat hadiah uang Rp 350 juta, Persija juga memboyong dua trofi lainnya yaitu Pemain Terbaik Copa yang disandang striker andalan mereka Bambang Pamungkas dan trofi Suporter Terbaik yang diberikan kepada Jakmania (pendukung Persija). Untuk Bambang, selain trofi juga mendapatkan uang sebesar Rp 75 juta, sementara Jakmania menerima Rp 50 juta. Trofi Tim Fair Play diterima Pelita Jaya. Sepatu Emas diberikan kepada striker Persipura, Albeto Goncalvez yang mengemas enam gol.

"Syukur Alhamdulillah. Sulit rasanya mengungkapkan perasaan saya saat ini. Ini berkat perjuangan dan kerja keras para pemain yang tidak mengenal lelah dalam pertandingan yang cukup ketat dan melelahkan. Meski sempat ketinggalan 1-0 mereka tetap berusaha

tanpa putus asa. Saya acungi jempol untuk para pemain," ujar Rahmad, yang pada 2005 lalu mengantar Persipura menjadi juara Liga Indonesia.

Dia menambahkan, sangat sependapat jika ada orang yang menilai bahwa kejayaan Sriwijaya berkat adanya keberuntungan. "Memang, malam ini adalah malam keberuntungan kami. Kami lebih beruntung ketimbang Persipura karena kami mampu menyelesaikan duel penalti," kata dia.

Lapang Dada

Sementara itu, pelatih Persipura, Raja Isa menerima hasil ini dengan lapang dada. Menurutnya, seluruh pemainnya telah berjuang dengan sekuat tenaga. "Kami tidak beruntung. Padahal kami telah unggul lebih dulu. Saya ucapkan selamat kepada Sriwijaya FC," ujar dia.

Dalam pertandingan yang dipadati sekitar 30.000 penonton dan begitu kental suasana juara untuk Persipura karena para pendukungnya mendominasi stadion, Persipura unggul lebih dulu melalui Ernest Jeremiah saat pertandingan masih bergulir tujuh menit.

Sriwijaya yang tidak mau kalah, apalagi begitu melihat lawan sudah sulit mengembangkan permainan karena kelelahan, membuat gol balasan melalui tendangan penalti Keith Kayamba Gumbs di menit ke-72.

Hasil imbang 1-1 itu bertahan hingga perpanjangan waktu. Akhirnya, kemenangan pun ditentukan melalui duel penalti. Selain keberuntungan, mental pemain sangat berbicara dalam melakukan drama yang menegangkan ini.

Kiper nasional Indonesia, Ferry Rotinsulu tampil penuh percaya diri. Dia berhasil mengeblok dua dari tiga tendangan algojo Persipura, yaitu Eduard Ivakdalam dan David Darocca. Satu tendangan lainnya yang dilakukan Albeto melambung. Melambungnya tendangan Albeto itu melengkapi gagalnya seluruh eksekusi penalti Persipura.

Sementara di kubu Sriwijaya, dari empat penendangannya, hanya Tonni Sucipto yang gagal (penendang ketiga). Tiga penendang lainnya yakni Kith Kayamba, Zah Rahan, dan Obiora berhasil memperdayai Jendry Pitoy. [F-4]


Last modified: 14/1/08