![]()
[PARIS] Tim peserta Formula Satu (F-1) menyepakati regulasi pembekuan mesin (engine freeze) dipersingkat selama lima tahun saja ketimbang rencana awal10 tahun. Keputusan itu diambil dalam pertemuan tim-tim F-1 dengan Federasi Otomotif Internasional (FIA) di Kota Paris, Prancis, yang berakhir Minggu (13/1). Berdasarkan kesepakatan tersebut, FIA diharuskan mulai menyiapkan konsep mesin baru untuk balapan tahun 2013 (terhitung dari musim balap 2008).
Awalnya, FIA menginginkan rencana pembekuan mesin selama 10 tahun, atau berakhir pada 2017. Presiden FIA, Max Mosley beralasan mesin F-1 saat ini sudah kencang dengan kitiran 19.000 rpm dibandingkan dengan mesin-mesin mobil balap lainnya. Namun, mesin V8 dengan kapasitas 2.4-liter dinilai tim-tim F-1 sudah tak layak untuk konsep balapan hijau, atau balapan yang ramah lingkungan.
Apalagi dengan jangka waktu yang lama, engine freeze dapat mengancam kerja para teknisi mesin tim-tim F-1 dalam berkreasi dan melakukan pengembangan. Sebuah situs F-1 di Inggris bahkan melaporkan, jika engine freeze disepakati berlangsung hingga 10 tahun mendatang, sejumlah teknisi mesin di tim F-1 Toyota berencana pindah karena mereka merasa kehilangan tantangan dalam pengembangan mesin.
Selain jangka waktu pembekuan mesin, pada pertemuan di Paris tersebut juga dibahas proposal FIA yang ingin membatasi penggunaan lorong angin (wind tunnel) milik tim F-1 yang biasanya bekerja hingga 24 jam.
Untuk masalah itu, tim-tim F-1 tak sepakat dengan FIA. Karena menurut mereka kerja di lorong angin merupakan bagian dalam menjadikan tim lebih maju dan kompetitif. [Rtr/L-9]