[KUPANG] Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Uma Kalada dan KMP Cucut milik PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Utama Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak mampu menembus tingginya gelombang yang diperkirakan mencapai lima meter di Selat Pukuafu dalam pelayarannya ke Pelabuhan Pantai Baru, Pulau Rote, Minggu (13/1) pagi.
Dua kapal feri tersebut terpaksa kembali ke Pelabuhan Feri di Bolok, Kupang, setelah menempuh pelayaran selama 2,5 jam. Padahal, kapal-kapal itu membawa ratusan penumpang dan puluhan kendaraan bermotor, baik roda dua, roda empat dan roda enam yang mengangkut pula bahan kebutuhan pokok warga Kabupaten Rote Ndao.
Kepala Cabang PT ASDP Kupang, La Unru yang dihubungi di kantornya di Bolok, Kupang, Senin (14/1) mengatakan, dua kapal feri tersebut terpaksa kembali ke Bolok karena tidak mau mengambil risiko dan mengutamakan keselamatan penumbang. Dua kapal feri itu diberangkatkan ke Rote karena sebelumnya, pihak Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menginformasikan bahwa tinggi gelombang laut sekitar 2 - 3 meter.
Dikatakan, pihaknya telah merencanakan untuk memberangkatkan lagi satu kapal feri ke Rote, Senin (14/1) pagi. Kalau bisa melewati Selat Pukuafu, satu kapal feri lagi akan diberangkatkan pada siang hari. Selain itu, KMP Rokatenda yang diberangkatkan ke Kalabahi, Alor pada Sabtu (21/1) siang, juga terpaksa kembali ke Bolok karena dihadang gelombang yang tinggi.
Menurut La Unru, hingga kini Administrator Pelabuhan (Adpel) Tenau Kupang tidak menerbitkan surat izin berlayar (SIB) untuk kapal feri tujuan Kalabahi, Alor karena tingginya gelombang di perairan Laut Sawu dan Selat Ombay. Itulah sebabnya, tidak ada pelayaran pada lintasan Kupang - Kalabahi dalam dua pekan terakhir.
Beberapa penumpang KMP Uma Kalada yang ditemui di Pelabuhan Feri Bolok mengatakan, keputusan nakhoda untuk kembali ke Bolok sangat tepat karena kondisi perairan di Selat Pukuafu sangat berbahaya. Kapal feri yang cukup besar itu nyaris tidak berdaya menghadapi derasnya arus dengan tinggi gelombang sekitar lima meter.
Selat Pukuafu terkenal sangat berbahaya bagi pelayaran. Di selat ini, KMP Citra Mandala Bahari milik PT Jembatan Madura (JM) Ferry tenggelam, 31 Januari 2006. [120]