[JAMBI] Produksi padi di Provinsi Jambi selama 2007 mencapai 593.000 ton. Produksi tersebut naik 49.000 ton atau sembilan persen dibandingkan tahun 2006 sekitar 544.000 ton.
Sedangkan luas panen padi meningkat dari 140.000 hektare (ha) tahun 2006 menjadi 151.000 ha tahun 2007 atau meningkat 11.000 ha atau 7,86 persen.
Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jambi, H Erman Rachim, kepada SP, di Jambi, Sabtu (12/1).
Peningkatan produksi dan luas panen padi di daerah itu juga diikuti peningkatan produktivitas, yang rata-rata 39,25 ton per ha pada 2007.
Produktivitas padi tersebut naik rata-rata 0,54 ton atau 1,34 persen per ha dibandingkan tahun 2006 rata-rata 38,73 ton per ha.
Disebutkan, peningkatan produksi padi di daerah tersebut berhasil mengatasi kekurangan pangan.
Saat ini, Jambi sudah mampu swasembada pangan, yang ditandai dengan surplus beras sekitar 16.000 ton.
"Berkat swasembada pangan tersebut, Provinsi Jambi dan beberapa kabupaten berhasil meraih penghargaan ketahanan pangan 2007 dari Presiden. Daerah penghasil padi terbesar di daerah ini, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Tanjungjabung Timur, Batanghari, Tebo dan Kerinci," katanya.
Tingkatan Produksi
Untuk meningkatkan produksi dan memperluas areal panen padi, dianggarkan dana pembangunan pertanian tahun 2008 sekitar Rp 387,66 miliar. Peningkatan produksi padi di Provinsi Jambi diikuti kenaikan harga gabah.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jambi, Budi Purwadi, harga gabah kering giling (GKG) di sentra-sentra produksi padi di daerah itu pada musim panen raya pada bulan Oktober - November 2007 mencapai Rp 2.735 per kilogram. [141]