SUARA PEMBARUAN DAILY

Pupuk Bersubsidi Langka di Serang

[SERANG] Kelangkaan pupuk bersubsidi mulai terasa di wilayah Kabupaten Serang, Provinsi Banten menyusul adanya kebijakan pengurangan jatah pupuk bersubsidi untuk di wilayah itu pada tahun 2008. Pengurangan dikarenakan kecilnya daya serap penggunaan pupuk pada tahun 2007 di Banten.

Akibatnya, sejumlah petani di wilayah Serang terpaksa menggunakan pupuk yang diduga palsu yang belum diketahui kualitasnya. Kelangkaan pupuk di wilayah Serang terjadi hampir selama dua pekan terakhir ini.

Berdasarkan Pantuan SP di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Minggu (13/1), sejumlah toko yang sering menjual pupuk untuk kebutuhan petani, terpasksa ditutup karena kehabisan stok. Stok pupuk urea dan SP36 di sejumlah toko sudah habis dan pihak distributor tidak memasok pupuk lagi selama beberapa pekan terakhir ini.

"Kami tidak bisa memenuhi dan melayani permintaan petani karena stok pupuk urea dan SP36 sudah tidak ada. Padahal, saat ini para petani sangat membutuhkan pupuk karena sudah masuk musim tanam," ujar Ulfa (35), salah seorang pemilik toko pupuk PD Alim Putra Pontang di Serang.

Ulfa mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali meminta ke distributor pupuk untuk mengirimkan pupuk, namun pihak distributor mengaku persediaan pupuk kosong.

Sementara itu, pemilik toko pupuk lainnya, Satibi (40), mengungkapkan kelangkaan pupuk bersubsidi membuat para petani mengalami kesulitan untuk memupuk tanaman padinya di sawah. "Stok pupuk urea dan SP36 di sejumlah toko sama sekali tidak ada sehingga sejumlah petani membeli pupuk jenis lain yang kualitasnya diragukan," ujarnya.

Jatah Dikurangi

Secara terpisah, Area Manager PT Pupuk Sriwidjaja Wilayah Banten, Hairul Lizano menyebutkan, berdasarkan surat Keputusan Menteri Pertanian No 76/Permentan/OT/140/12/ 2007, jatah subsidi pupuk untuk wilayah Banten tahun 2008 ini, yakni pupuk urea sebanyak 73,059 ton, SP36 15.200 ton, ZA 1350 ton, NPK 14,850 ton.

Padahal katanya, pada tahun 2007 lalu, jatah pupuk urea sebanyak 74,798 ton, NPK 11,587, ZA 1350 ton. Sedangkan untuk jenis pupuk SP36 mengalami kenaikan, 18.817 ton.

"Pengurangan jatah pupuk bersubsidi untuk wilayah Banten mungkin disebabkan kecilnya daya serap pupuk bersubsidi pada tahun 2007. Kendati demikian kami berupaya memenuhi kebutuhan petani sepanjang tahun 2008," ujarnya.

Menurut Hairul, kendati jatah pupuk bersubsidi untuk Banten tahun 2008 dikurangi, namun para petani tidak akan kekurangan pupuk. Sebab berdasarkan pengalaman tahun 2007 lalu, alokasi pupuk sebanyak 74,798 ton, yang terserap hanya sekitar 60.000 ton lebih.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Pedagang Pupuk Banten Toyib Fanani mengungkapkan, pengurangan jatah pupuk bersubsidi akan menimbulkan terjadinya kelangkaan pupuk.

"Alokasi pupuk 2008 jauh lebih kecil dari kebutuhan petani yang mencapai 110.000 ton. Kurang terserapnya pupuk bersubsidi pada 2007, karena Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten/kota lamban menyerahkan data alokasi kebutuhan pupuk," ujarnya. [149]


Last modified: 14/1/08