[BEKASI] Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang juga mantan Presiden Megawati Soekarnoputri selalu berdoa untuk kesembuhan Soeharto. Komunikasi keluarga Megawati dengan keluarga mantan Presiden Soeharto juga berjalan baik.
Keluarga Soekarno tidak pernah merasa dendam walaupun selama kekuasaan Orde Baru diperlakukan dengan tidak adil. "Keluarga Megawati Soekarnoputri telah memaafkan mantan Presiden Soeharto. Tidak ada dendam sama sekali," ujar Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P Pramono Anung ketika mendampingi Megawati pada acara Silaturrahim Nasional PDI-P di Gelanggang Olahraga Kota Bekasi, Jawa Barat, akhir pekan lalu.
Dikatakan, alasan Megawati belum mengunjungi Soeharto yang sedang terbaring di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) karena Megawati ingin lebih khusyuk mendoakan kesembuhan penguasa Orde Baru itu. Kondisi Soeharto yang sempat dikabarkan koma juga diketahui Megawati.
"Bu Mega terus menerus memantau kesehatan Soeharto. Ibu belum datang menjenguk karena tidak ingin hanya akan menjadi bahan pemberitaan media massa," kata dia.
Megawati membantah isu telah dititipi Soeharto untuk memimpin Indonesia ke depan. Ia mengatakan bahwa ketika itu suami Megawati, Taufik Kiemas bertemu dengan Soeharto.
Saat itu, Soeharto menyampaikan harapan kepada Megawati sebagai pengusung partai nasionalis yang memiliki pandangan sama dengan Soeharto, terutama dalam mempertahankan Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, negara kesatuan, dan keberagaman. Soeharto meminta agar Megawati tidak berubah dalam mempertahankan NKRI. "Jadi tidak ada wasiat," kata Pramono.
Dikatakan, Soeharto dengan segala kekurangan dan persoalan-persoalan menyangkut hak asasi manusia, juga memiliki jasa bagi Indonesia. Atas alasan itu pula Megawati tidak segan-segan memberi perhormatan kepada Soeharto.
"Bila kita melihat ke belakang perjalanan sejarah bangsa ini, ketika Soeharto memperlakukan Bung Karno berbeda, Bu Mega tidak memberikan balasan apa pun," papar dia.
Proses Hukum
Mengenai proses hukum Soeharto, Megawati dan PDI-P menyerahkan permasalahan ini ke pemerintah. "Kami tidak ingin berpolemik mengenai masalah hukum karena persoalan itu adalah kewenangan pemerintah. Biarkan pemerintah yang memutuskan," katanya.
Dalam acara Silaturrahim Nasional PDI-P tersebut, Megawati berpesan agar segenap lapisan masyarakat menghormati perbedaan, berpikir dengan cerdas, dan memakai perasaan hati dalam setiap bertindak. "Tanpa memakai perasaan hati, manusia tidak utuh," kata Megawati dalam sambutannya yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. [HTS/O-1]