[BEKASI] Pasangan WiRo (Awing Asmawi-Ronny Hermawan) menggelar kampanye terbuka putaran kedua Senin (14/1). Pasangan yang didukung Partai Demokrat (PD) ini berjanji akan memberantas korupsi secara menyeluruh tanpa pandang bulu.
Menurut pasangan ini, masalah korupsi yang menggerogoti pemerintahan membuat sejumlah masyarakat tidak percaya lagi kepada pemerintah. Oleh karena itu, bila pasangan ini terpilih menjadi wali kota Bekasi periode 2008-2013, yang terlebih dahulu mereka lakukan adalah menghilangkan korupsi dari setiap sendi-sendi pemerintahan.
Humas tim WiRo, Sembiring di Bekasi, Senin, mengatakan, kampanye hari ini selain melakukan kerja bakti dengan mengecor dua titik jalan lingkungan di Kecamatan Bekasi Selatan, pendukung dan simpatisan pasangan ini juga melakukan konvoi dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat di jalan-jalan protokol di Kecamatan Bekasi Selatan, Pondok Melati, dan Medan Satria.
Selanjutnya pasangan yang selalu meneriakkan yel-yel antikorupsi ini menyampaikan orasi politik di depan para pendukungnya di Lapangan Perwira, Bekasi Utara. "Kami juga melakukan kunjungan dan komunikasi interaktif dengan masyarakat untuk mendengarkan aspirasi yang berkembang agar ketika terpilih nanti dapat menjadikan aspirasi-aspirasi tersebut sebagai bahan rujukan dalam menetapkan ataupun merumuskan kebijakan," tutur Sembiring, kepada SP, Senin pagi.
Pasangan SuKa
Sementara itu, pasangan SuKa (Akhmad Syaikhu-Kamaludin Djaini) juga melakukan kampanye terbuka putaran pertama, Minggu (13/1). Ribuan pendukung dan simpatisan nomor urut 3 ini berkonvoi di jalan-jalan protokol Kota Bekasi sejak Minggu pagi.
Dalam orasi politiknya, pasangan ini berjanji akan mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Kepemimpinan yang strategik dengan semangat memimpin dan melayani, akan membawa Kota Bekasi pada masa yang akan datang menjadi kota yang elok, maju, aman, dan sejahtera.
Syaikhu mengatakan, pengangguran adalah persoalan paling mendasar di Kota Bekasi. Menurutnya, saat ini lebih dari 100.000 warga Kota Bekasi tidak memiliki pekerjaan. Oleh sebab itu, masalah pengangguran menjadi prioritas. [HTS/L-8]