[NEW YORK] Kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat, Hillary Rodham Clinton, menuding Barack Obama saat berkampanye telah mendistorsi sejumlah pernyataan mantan Ibu Negara tersebut dalam rangka menjadikan ketegangan rasial menjadi sebuah tema dalam kontes-kontes kepresidenan yang akan digelar pada waktu-waktu mendatang. "Ketegangan rasial kini menjadi sebuah alur cerita kampanye Obama yang sukses didesakkan," ungkap Hillary dalam "Meet the Press" yang ditayangkan NBC. "Saya tidak berpikir kampanye saat ini menjadikan gender sebagai isu utama. Dan saya tentu saja juga berharap, kampanye juga tidak mengangkat tentang ras," ungkap Hillary.
Obama, yang berharap menjadi presiden Amerika berkulit hitam yang pertama, menyebutkan tuduhan-tuduhan Hillary Clinton "menggelikan". Baik Hillary, senator dari New York, yang berkampanye untuk dapat menjadi presiden perempuan Amerika yang pertama, maupun suaminya, yakni mantan Presiden Bill Clinton, telah dikritik sejumlah pemimpin kulit hitam pekan ini. Mereka mengecam pernyataan-pernyataan yang disampaikan pasangan Clinton sesaat sebelum dilangsungkannya primary New Hampshire, Selasa (8/1).
Hillary Clinton, ungkap para pemimpin kulit hitam tersebut, mengatakan, impian kesetaraan rasial yang diperjuangkan ikon pejuang hak-hak sipil AS, Martin Luther King, hanya dapat terwujud ketika Presiden Lyndon B Johnson menandatangani UU Hak-hak Sipil (Civil Rights Act) tahun 1964. Sedangkan Bill Clinton dituding telah membuat komentar menyepelekan, dengan mengatakan penolakan terhadap perang Irak yang digembar-gemborkan Barack Obama, senator dari Illinois, saat berkampanye hanyalah "cerita dongeng".
Bill Clinton, dalam sejumlah program radio dengan pendengar di kalangan kulit hitam mengatakan, pernyataan itu dia sampaikan mengacu fakta track record penolakan Obama terhadap perang Irak. [AP/E-9]