[PAKISTAN] Hampir setengah dari rakyat Pakistan yang disurvei, mencurigai adanya keterlibatan agen-agen pemerintah, atau politisi yang terkait dengan pemerintahan, dengan pembunuhan pemimpin oposisi Pakistan, Benazir Bhutto. Demikian hasil jajak pendapat yang dikutip oleh Associated Press (AP), Senin (14/1) pagi.
Presiden Pakistan Pervez Musharraf sendiri menuduh aksi penembakan dan bom bunuh diri yang menewaskan Bhutto pada 27 Desember 2007, dilakukan kelompok ekstrim Islam. Bhutto merupakan politisi yang populer di Amerika Serikat, serta negara-negara Barat atas sikapnya yang beroposisi dengan kelompok Islam garis keras. Partai politik, serta anggota keluarga Bhutto menyalahkan pemerintah karena gagal memberikan jaminan keamanan bagi Bhutto. Sebagian membuat dugaan adanya elemen dalam pemerintahan yang mungkin terlibat.
Musharraf sendiri membantah dugaan itu, dan hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab. Pada jajak pendapat yang mempertanyakan siapa membunuh Bhutto, yang dirilis akhir pekan lalu, 23 persen responden memilih bahwa mereka mencurigai keterlibatan agen-agen pemerintah.
Sementara 25 persen percaya politisi yang bersekutu dengan pemerintah ada di belakang pembunuhan Bhutto, dan hanya 17 persen yang mencurigai keterlibatan Al-Qaida atau mata-mata Taliban. Sebanyak 1.300 pria dan wanita yang dijadikan responden dalam jajak pendapat dilakukan Gallup Pakistan, yang berafiliasi dengan Gallup Internasional.
Jajak pendapat dilakukan dengan wawancara temu muka di seluruh Pakistan, segera setelah pembunuhan Bhutto. Faktor kesalahan dalam jajak pendapat itu, dipercaya hanya 15 persen. Gallup Pakistan mengaku bahwa survei yang mereka lakukan tidak melibatkan pihak ketiga. Gallup Internasional juga disebut tidak memiliki hubungan dengan Gallup yang berbasis di Amerika.
Hasil survei sendiri dipertanyakan oleh Menteri Penerangan Pakistan Nisar Memon. Menurutnya, survei itu tidak representatif untuk mengetahui pendapat rakyat Pakistan, dan tidak merefleksikan kenyataan yang ada. "Sangat jelas rakyat mengetahui, itu merupakan perbuatan teroris," katanya. [AP/B-14]