SUARA PEMBARUAN DAILY

Frank Hsieh Ambil Alih Kepemimpinan PPD

[TAIPEI] Kandidat presiden dari partai berkuasa di Taiwan, Frank Hsieh, akan mengambilalih kepemimpinan partai dari Presiden Chen Shui Bian, menyusul kekalahan terburuk Partai Progresif Demokratik (PPD) pada pemilihan legislatif, Sabtu (12/1) lalu.

Ia berjanji membantu mengangkat moral partai yang merosot dan bekerja untuk memenangkan pemilihan presiden Maret mendatang. Demikian dikatakannya, Minggu (13/1).

Dia sepakat pada prinsip PPD untuk mendukung memperjuangkan kemerdekaan dari Tiongkok, namun keberatan terhadap upaya Chen membatasi hubungan ekonomi Taiwan dengan Tiongkok. Beberapa kritik mengatakan, pembatasan hubungan ekonomi dengan Tiongkok telah memperlambat perkembangan ekonomi Taiwan.

Hsieh, seorang demokrat yang pernah menolak beberapa kebijakan politik Chen terhadap Tiongkok, diharapkan secara resmi akan mengambil alih kepemimpinan PPD dalam beberapa hari ini.

"Kita perlu untuk melakukan check and balance kekuatan, karena kendali satu partai terhadap parlemen akan berarti kemunduran bagi demokrasi Taiwan," katanya, seperti dilansir Associated Press.

Sehari sebelumnya, pihak oposisi Partai Nasionalis memenangkan 81 kursi dari kuota 113 kursi legislatif, sementara PPD hanya memperoleh 27 kursi. Lainnya diperoleh empat pihak independen dan sekutu Nasionalis.

Terkait kekalahan PPD, Chen mengatakan, dirinya malu dan menyesali kekalahan itu. Ia menyatakan, mengundurkan diri sebagai pemimpin di partai itu.

"Pemilihan itu merupakan suatu kemunduran total bagi kelompok pro-kemerdekaan yang dipimpin Chen," ujar sebuah komentar di Harian Cina Times di Taiwan.

Sementara itu Wang Jianmin, salah satu pakar dari Akademi Ilmu Sosial di Tiongkok mengatakan, kekalahan PPD merupakan keuntungan bagi perkembangan hubungan antar-selat (Taiwan-Tiongkok) dalam jangka panjang.

Partai Progresif Demokratik dipimpin Chen saat itu, dianggap lawannya dari partai oposisi Nasionalis, Ma, memprovokasi rakyat untuk memerdekakan diri dari Tiongkok, dan memimpin pemerintahannya sendiri terlepas dari sekutu kuat Amerika itu. [AP/AMT/N-3]


Last modified: 13/1/08