
tephanie Lim, pianis jenius lulusan The Juilliard School menggelar resital di Jakarta. Satu nomor dipersembahkan untuk ibunya, Elly Lim. Penuh dramatis dan puitis. Stephanie adalah salah satu pianis muda berbakat asal Indonesia.
Penampilannya di berbagai negara mendapat pujian para kritikus. Di Jakarta, Stephanie menggelar resital piano di Gedung Kesenian Jakarta, Jumat (11/1).
"Saya senang sekali dengan sambutan penonton di sini. Mudah-mudahan saja hal ini bisa membuktikan bahwa masih banyak penggemar musik klasik di Jakarta," ujar Stephanie usai tampil.
Dalam resital solo itu, Stephanie menghadirkan sejumlah karya besar dari komposer dunia, seperti Sebastian Bach, Beethoven, dan Liebermann. Karya Bach yang ditampilkan Stephanie adalah Partita pada G mayor Nomor 5, sedangkan karya Beethoven yang ditampilkan adalah Sonata pada G mayor, Op 31 Nomor 1.
Stephanie juga menampilkan Etude Tableux Op 33 No 7 pada E flat major karya Rachmaninov, dan Gargoyles Op 29 karya Liebermann.
Semua nomor itu dibawakan Stephanie dengan penuh ekspresi drama yang baik. Seperti Ballade pada B minor Nomor 2 karya F Listz, Stephanie mengaku mengagumi karya komposer besar itu.
"Karya itu sebenarnya menceritakan tentang pasangan kekasih yang terpisah. Mereka selalu berjanji bertemu di laut. Komposisinya pun mendayu-dayu seperti ombak. Ini yang membuat saya terbawa dalam permainan saya," ujarnya.
Di ujung acara, Stephanie memainkan Ballade No 2 in b minor karya komponis Hongaria, Franz Listz. Usai penampilan terakhir, penonton rupanya terus menerus memberi tepuk-tangan. Alhasil dia mempersembahkan dua lagu tambahan, Rush Hour in Hong Kong dan sebuah komposisi karya Villa Lobos yang dipersembahkan untuk ibunda tercintanya, dan tidak ada dalam jadwal sebelumnya.
"Karya ini mengingatkan saya ketika saya pertama kali belajar piano. Ibu saya mengajarkan piano sejak umur dua tahun. Karya ini mengingatkan betapa hebatnya ibu saya menjadikan saya sebagai pianis seperti saat ini," ujarnya.
Stephanie yang kini berusia 20 tahun, sudah memenangkan berbagai perlombaan saat usianya enam tahun. Ia pernah mendapatkan juara pertama pada Empire State Piano Competition dan NJMTA Young Musician Competition di Amerika Serikat.
Usia sebelas tahun, Stephanie lulus ujian piano tingkat delapan di Royal School of Musics, London, dengan predikat luar biasa.
Stephanie pernah mewakili Indonesia dalam pergelaran International Young Pianist in Concert tahun 1996 dan 2003. Tahun 2004 dia mendapat beasiswa penuh untuk dibimbing oleh Herbert Stessin, Dekan Fakultas Piano, The Julliard School di Amerika Serikat.
Stephanie juga pernah tampil bersama pianis besar seperti Oxana Yablonska, Russel Sherman, dan Alexander Kobrin . Saat ini, ia sedang memperdalam musiknya di Manhattan School of Music, New York dan berguru pada James Tocco.
"Stephanie memiliki teknik yang luar biasa dengan naluri musik yang kuat. Dia selalu bermain menggunakan hati dan perasaannya," ujar James Tocco, profesor piano dari Manhattan School of Music. [K-11]