
eamanan berkendara semakin penting seiring meningkatnya laju populasi kendaraan dan kian besarnya daya hela mesin pada mobil-mobil terbaru. Tren kecelakaan yang makin tinggi membuat produsen mobil membekali produknya dengan berbagai teknologi pengaman yang menghadirkan rasa tenteram pengendara maupun penumpangnya.
Ford Motor misalnya, baru-baru ini memperkenalkan generasi terbaru teknologi sabuk pengaman untuk penumpang belakang yang menggunakan empat titik ikatan. Penggunaan 4 titik dinilai lebih praktis dan mudah karena posisi kunci berada di atas pinggang penumpang, bukan di samping kanan.
Sabuk pengaman ter- sebut juga mampu meng- gelembung layaknya kantong udara (airbag) jika terjadi tabrakan. Hal itu kian menyempurnakan sistem pengaman bagi penumpang jika terjadi benturan keras. Sebuah silinder penampung udara dipasangkan pada webbing sabuk pengaman yang akan menerima pasokan udara melalui tali pengikat, saat terjadi tabrakan.
Menurut ahli teknologi pengaman berkendara Ford Motor, Priya Prasad, gelembung pada sabuk inilah yang akan melindungi penumpang pada beberapa bagian titik penting tubuhnya. Sabuk ini juga bekerja mengontrol gerakan kepala dan leher penumpang agar terhindar dari cedera leher dan benturan kepala.
Selain sabuk berkantong udara, Ford Motor juga mengembangkan sistem navigasi yang tidak hanya memberikan informasi secara real time kondisi lalu lintas, namun juga ramalan cuaca bahkan daftar film-film dan skor pertandingan olah raga terbaru. Ini karena dukungan layanan satelit yang memungkinkan sinergi dalam informasi apa pun.
Ford memanfaatkan aplikasi sistem Travel Link dari Sirius Satellite Radio (SIRI). Sistem ini dapat memberikan informasi dan mengarahkan pengendara ke lokasi stasiun pengisian bahan bakar berharga murah di AS. Selain itu, XM Satellite Radio (XMSR) menyediakan Infotainment Package.

Sementara itu General Motor mengembangkan teknologi terabru yang memungkinkan sebuah mobil melaju tanpa perlu sopir. Menurut Vice President General Motors untuk bidang riset dan pengembangan, Larry Burns, GM ber- sama vendor penyedia suku cadang, ilmuwan dari universitas, dan beberapa pihak terkait lainnya, sedang bekerja sama untuk segera mewujudkan revolusi tersebut.
Bahkan, diyakini tak sampai satu dekade ke depan, mobil jenis ini sudah dapat dipasarkan. "Sebagian besar teknologi untuk rancana ini sudah siap, radar pengendali, sensor gerakan, sensor peringatan, kontrol stabilitas elektronik dan peta digital," kata Larry Burns.
Sayangnya, kendala datang justru dari faktor manusia. Misalnya, aspek peraturan pemerintah, kewajiban hukum, pertimbangan terhadap privasi, dan gaya mengemudi pemilik mobil yang kadang bernapsu untuk memacu kendaraannya. Padahal, diyakini pula, jika teknologi ini segera diterapkan, maka angka kematian akibat kecelakaan dapat dtekan, termasuk kemacetan pun dapat dihindari. [L-11]