Takut salju serta jalanan yang licin, seorang guru bernama Emma Clisante terpaksa menginap di ruang kelas. Ia membawa makanan, sleeping bag, bantal, sikat gigi, dan pakaian bersih menghadapi badai salju yang berkecamuk di luar. Ia memilih menginap di kelas tempat ia mengajar, di Akademi Egden Preparatory, Ogden, Selasa (8/1) malam.
"Saya berasal dari Republik Dominika (negara beriklim tropis, Red). Jadi, ketika saya melihat salju di jalanan, itu membuat saya takut setengah mati," ujarnya. Emma membaca, mencari informasi di internet, dan menyelesaikan tugas lainnya. Ia mematikan lampu ketika penjaga gedung sekolah melewati kelasnya saat berpatroli, Rabu (9/1) dini hari. "Setiap jam saya terbangun. Saya mengunci pintu kelas dari dalam dan berusaha bersembunyi di bawah meja," katanya.
Ia terpaksa menginap di kelas agar bisa tetap mengajar keesokan harinya. Atas tindakannya ini, Kepala Sekolah Kathy Thornburg sampai terkagum-kagum mengetahuinya. "Sungguh menenangkan hati. Emma menunjukkan kualitas pengajar di sekolah kami," katanya terharu.[AP/AMT/N-3]
Pemilik sebuah penginapan mendapat kejutan mengerikan ketika ia sedang memeriksa pondokan miliknya. Lusinan ular mati maupun kesakitan, tikus, serta kadal terkunci di dalam beberapa kandang di dalam bangunan yang sudah lama tidak dihuni itu. "Pihak berwenang setempat telah memulai penyelidikan memeriksa temuan mengerikan di Gnesta, terletak di pusat Swedia," ujar pejabat perlindungan hewan, Monica Angehult.
Monica menginformasikan, pemilik penginapan itu menemukan 90 ekor ular, tiga kadal, serta 60 tikus di dalam pondokannya. Semua kadal dan binatang pengerat itu sudah mati, sama halnya dengan 17 ular yang diperkirakan dari jenis piton. Sedangkan ular yang tersisa, dalam keadaan dehidrasi. "Saya perkirakan hewan-hewan itu telah berada di sana sejak bulan Oktober, tanpa air. Terlihat dari keadaan ular dan kadal yang sudah mati kering," kata Angehult.
Belum diketahui siapa yang bertanggungjawab atas penemuan itu, namun sampai saat ini pihak berwajib mencurigai sepasang suami istri yang pernah tinggal di gedung itu. Belum diketahui juga apakah selain hewan-hewan itu, ada orang yang juga pernah disekap dalam gedung tersebut. [AP/AMT/N-3]
Sepasang suami istri menemukan "uang dingin" sekitar US$ 12.000, di sebuah kulkas di sebuah apartemen, ketika mereka pindah ke rumah susun, yang menurut pihak berwajib, sebelumnya disewa komplotan pengedar narkoba. Colleen Mesler (65), wanita yang menemukan uang tersebut mengatakan, sudah melaporkan penemuan uang itu ke pihak berwajib setempat, namun belum ada yang mengakui kepemilikan uang itu. Ia menangis ketika menemukan uang itu. Wanita tersebut mengaku, uang itu akan sangat berguna bagi dirinya dan pasangannya, jika saja tidak ada yang mengakuinya dan pihak Kepolisian Janesville mengizinkan mereka memilikinya.
Colleen menemukan uang tersebut dalam gulungan kertas alumunium foil dan plastik di dalam kulkas. Semula, suaminya, Jim Mesler (55), menyuruhnya membuang benda itu karena mengira benda dalam gulungan itu adalah daging busuk. Polisi memperkirakan, gulungan uang tersebut berjumlah US$ 11.950 dan sulit untuk diidentifikasi karena beberapa lembaran uang tersebut sudah saling menempel dan beberapa hancur. Sepasang suami istri itu mengaku akan tetap menyerahkan uang itu kepada pemiliknya, jika memang ada yang mengakuinya, namun dengan keadaan mereka yang kekurangan uang, mereka berharap sekali uang itu dapat menjadi milik mereka. "Kami akan menggunakannya untuk membayar beberapa tagihan kami," ujarnya. [AP/AMT/N-3]