
unyi musik berdentum kencang mengiringi jari-jemari sigap menyetel komponen pengatur suara. Jangan berpikir kalau musik itu berasal dari tempat hiburan malam di Jakarta. Tidak ada pula konser penyanyi atau band papan atas diselenggarakan di tempat seperti ini.
Hanya ada mobil berjejer menunggu giliran memutarkan tembang lawas ataupun kidung mesra. Tiba-tiba terdengar suara gitar mengalun jernih layaknya konser musik jazz di sore hari dari satu mobil. Pekerja tetap sibuk memasang alat-alat dengan rapi tanpa memperdulikan alunan bunyi gitar. Pemandangan tempat asal musik diputar memang cukup kotor. Tetapi keadaan tersebut tak cukup menghalangi penggila audio mobil memperbaiki kualitas suara yang akan mereka dengar.
Begitulah suasana di butik audio berlabel Baze yang terletak di kompleks Taman Harapan Indah I, Jakarta Barat. Pemilik butik, Bari Setiadi, menyambut kedatangan SP Selasa (8/1) saat sedang menyetel kualitas suara mobil pelanggannya. Bari mulai menjelaskan panjang lebar alasan pelanggan datang ke butiknya. Sebelum menjelaskan, dia memberikan dua pertanyaan dasar menyangkut kegemaran unik segelintir orang. Pertanyaan pertama, kenapa semua orang suka mendengar musik? Lalu, mengapa orang memasang audio di dalam mobil?
Pertanyaan dasar itu dijawab Bari dengan enteng. Semua orang, baik tua maupun muda, pasti mendengar musik karena musik tak mungkin dipisahkan dari hidup manusia. Perbedaannya hanya dari genre musik yang dipilih pelanggan. Ada yang suka jenis musik pop, dangdut, reggae, disko, atau lainnya.
Bari menangkap kedekatan manusia dengan musik itu, dengan menjual jasa pemasangan audio berkualitas suara mumpuni. Dia mencurahkan perhatian dan menuangkan bermacam ide kreatifnya demi kepuasan pelanggan.
Bari menjelaskan banyak orang Jakarta menghabiskan waktu di mobil. Mereka menggunakan waktu luang untuk menyalurkan hobi mendengarkan lagu. Kalau di dalam mobil, pelanggan Bari dapat menikmati musik tanpa menggangu orang di sekelilingnya untuk menghilangkan stress dan penat. Mereka bebas menyetel volume suara sesuai keinginan masing-masing.
Letak "keegoisan" home audio disorot Bari lebih mendalam. Menurutnya, kemaksimalan menikmati home audio bisa menggangu ketenteraman orang lain di sekitar kita. Sedangkan sewaktu menyetel audio mobil, kita bebas mengekspresikan apa yang kita suka sekeras-kerasnya.
Mendandani dekorasi mobil sesuai keinginan pemiliknya menjadi alasan lain penggemar car audio. Kadang kala ada sebagian orang suka pamer kelebihan dekorasi bagian dalam mobilnya kepada orang lain. Perkembangan aplikasi perangkat sekarang lebih maju ditambah pemasangan televise dalam mobil.
Empat Jenis
Bari menuturkan car audio yang berkembang saat ini ada empat jenis. Jenis umum pertama dinamakan sound pressure level (SPL) atau memaksimalkan kekuatan suara bas dan kedua sound quality (SQ), lebih ditekankan pada kejernihan suara. Jenis termuktahir diberi nama show off (lebih ke dekorasi interior mobil) yang menghasilkan suara antara SQ dan SPL dan yang terakhir car theatre yang lebih mirip ke home theater lengkap dengan perangkat DVD dan TV.
Penggemar car audio, Stefanus Ferdi, membenarkan alasan Bari. Berawal dari kegemaran mendengarkan music jenis R&B dan hip-hop, dia mengaku tergila-gila dengan kualitas SPL. Kekuatan sub woofer mengeluarkan dentuman suara bas membantu Ferdi mendengar lagu kesukaannya secara maksimal.
Ferdi mengaku lebih memilih SPL daripada SQ karena bisa menghemat kocek. Perangkat SPL bisa memakai barang kualitas sedang, tetapi tetap menghasilkan suara kencang. Kalau SQ butuh biaya lebih besar karena untuk menghasilkan kualitas suara jernih, orang harus rela merogoh kocek membeli perangkat SQ berkualitas tinggi.
Ferdi menghabiskan uang sekitar lebih dari Rp 20 juta mendandani mobil kesayangannya dengan perangkat SPL. Dia berbelanja dua power (pengeras suara) seharga Rp 5 juta per unitnya. Belum lagi dua sub woofer 10 inci seharga Rp 2 juta per unit. Ferdi juga harus membeli head unit Rp 4 juta, speaker depan Rp 4 juta, dan capasitor band (penyimpan listrik) Rp 750.000. Harga tersebut belum termasuk ongkos pemasangan Rp 2 juta. Bahan kayu medium density fibre board (MDF) dan kabel yang berbeda dari home audio sudah dimasukan dalam ongkos pemasangan.
Selain termasuk hobi mahal, keunikan car audio terletak pada keahlian jasa pemasang. Menurut Bari, posisi speaker yang berbeda bisa menghasilkan kualitas hasil akhir suara berbeda. Jasa installer yang sangat besar menjadi dasar bagi Bari membuka usaha ini.
Terkadang pelanggan mencari kecocokan jenis musik yang sering didengar dengan kemampuan installer meramu keinginan pelanggan. Telinga tajam tidak hanya diperlukan mendengar keluhan konsumen, hasil akhir kualitas suara sangat berpengaruh pada selera dan kepuasan pelanggan. Bari menegaskan, "Installer bisa diibaratkan sebagai seorang dokter yang memeriksa kesehatan pasien. Jika pasien sembuh tentu dia akan puas dan menceritakan kemampuan dokter." [HES/B-8]