SUARA PEMBARUAN DAILY

Presiden di Mata Jubir

Judul Buku: Dari Kilometer 0,0

Penulis: Andi A Mallarangeng

Penerbit: Jakarta, Indonesian RDI

Cetakan: I, Oktober 2007

Tebal: xvi+302 halaman

Dalam jajaran komen-tator politik, nama Andi A Mallarangeng layak disebut seba- gai yang terdepan. Kepiawaiannya dalam mengolah bahasa dalam tema-tema itu menjadikan dirinya memikat siapa pun dan menempatkannya sebagai orator ulung. Ketika berbicara nadanya menghenyak dan da- lam sisi yang lain mampu membaca celah-celah situasi politik yang tidak mampu ditangkap oleh pengamat lain.

Karena kepiawaiannya itulah, mungkin sosok Yudhoyono pun tertarik untuk menjadikannya juru bicara (jubir) Presiden. Padahal sebagai jubir, Bung Andi, demikian ia kerap disapa, dituntut untuk mampu menjelaskan secara lebih gamblang dan mengena mengenai kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah, terutama Presiden.

Buku inilah yang merekam perjalanan dirinya bersama orang nomor satu di negeri ini. Meskipun tulisan-tulisan yang ada di dalam buku ini sangat terbatas, tetapi tidak mengurangi potret dari kejadian-kejadian dan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Presiden.

Bahkan dengan gaya kolomnya yang khas, Andi mampu secara baik membaurkan dirinya dengan kondisi Presiden, sebagai seseorang yang harus "dipantau". Misalnya saja dalam salah satu kolomnya Andi tetap memberikan porsi Yudhoyono tidak sebagai seorang presiden, melainkan sebagai seseorang yang menyukai sepak bola yang digelar melalui piala dunia (hlm. 13).

Pun demikian, tulisan di buku ini tidaklah mengakses semua hal yang sifatnya serius mengenai kebijakan pemerintah, melainkan hal-hal yang dalam pandangan penulisnya memberikan inspirasi untuk ditulis, layak untuk dike- tahui oleh publik, dan bahkan ada kesan lucu. Jadwal Presiden yang padat barangkali menjadi alasan yang tepat tidak semua kegiatan mampu direkam secara keseluruhan.

Kolom-kolom di dalam buku ini sebenarnya sejak 29 Mei 2006 telah dimuat di harian Jurnal Nasional yang terbit setiap hari Senin. Untuk memudahkan pembaca, kolom ini ditulis berdasarkan urutan waktunya, dari Mei 2006 hingga September 2007.

Karena tugasnya sebagai juru bicara Presiden, maka apa yang ditulis oleh Andi juga dalam rangka memahamkan kepada publik untuk mengerti arti kebijakan pemerintah. Hal ini diakui sendi-ri olehnya bahwa tidak salah jika ada yang menganggap buku ini sebagai bagian dari komunikasi politik Presiden. Karena sebagai juru bicara Presiden, maka tugasnya adalah menjelaskan kepada rakyat dari waktu ke waktu tentang kebijakannya, pikiran-pikirannya, tindakan-tindakannya, melalui berbagai media (hlm. vii).

Subjektif

Karena itulah harus diakui pula, tulisan-tulisan serta pandangan-pandangan yang dikemukakan melalui buku ini bersifat subjektif karena berangkat dari seseorang yang memang secara pribadi dekat dengan Presiden dan menjadi salah satu bawahannya. Sehingga membaca buku ini akan cenderung memposisikan presiden sebagai figur yang harus "dibaca" dan "dimengerti", bukan untuk "dikritisi".

Bahkan ketika ada yang melakukan kritik terhadap Presiden, maka tugas jubir adalah membe-lanya dengan berbagai argumentasi yang dimiliki oleh Presiden. Hal ini terlihat dalam berbagai persoalan yang ditulis oleh Andi yang bersinggungan langsung dalam tugas-tugas kenegaraan. Dengan sangat baik dan cermat, Andi menguraikan "bahasa-bahasa" Presiden dalam mengambil kebijakan dengan bahasanya yang khas.

Di dalam buku banyak hal yang diurai, mulai dari problem sampah, ulang tahun Presiden, acara perkawinan yang dihadiri Presiden, banjir, hingga persoalan politik luar negeri dan reshuffle kabinet yang mendebarkan.

Sebagai sebuah bacaan yang ditulis orang yang dekat dengan lingkaran kekuasaan, buku ini selalu membuka pertanyaan-pertanyaan namun di sisi lain bisa menumbuhkan optimisme serta pemikiran positif bagi bangsa Indonesia. Selamat membaca dan mengritisi! [M Najibur Rohman, pengrajin buku, tinggal di Semarang]


Last modified: 11/1/08