SUARA PEMBARUAN DAILY

Pemakaman Soeharto Disiapkan

Didit Majalolo

Jaksa Agung Hendarman Supandji hendak memasuki mobil setelah bertemu keluarga Soeharto di RSPP, Jakarta, sekitar pukul 02.00, WIB, Sabtu (12/1). Jaksa Agung Hendarman Supandji menawarkan penyelesaian perkara perdata Soeharto di luar pengadilan.

[SOLO] Aparat kepolisian dan militer di Kota Solo me-nyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk mendukung pemakaman mantan Presiden Soeharto, bila sewaktu-waktu Pak Harto meninggal dunia. Persiapan yang dilakukan, antara lain pengamanan rumah keluarga Soeharto di Dalem Kalitan, Solo, serta pengamanan Astana Giribangun, tempat Pak Harto nantinya dimakamkan, di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sekitar 40 kilometer arah timur Solo.

Selain itu, Komando Resor Militer (Korem) Solo, mulai Sabtu (12/1) sudah menyiapkan tanda pengenal bagi wartawan yang akan meliput prosesi pemakaman Pak Harto.

Pantauan SP di Dalem Kalitan, Solo, Sabtu pagi, tampak normal, tidak ada aktivitas yang luar biasa. Namun, sejumlah aparat dari Poltabes Solo, baik yang menggunakan seragam maupun tidak, berjaga- jaga.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sejauh ini belum ada instruksi apa pun dari keluarga Soeharto di Jakarta, terkait dengan kritisnya kondisi kesehatan Soeharto.

Totok Hartono, salah seorang petugas keamanan Dalem Kalitan mengatakan, pihaknya masih berjaga-jaga menunggu perintah dari Jakarta.

Sementara itu, Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Agus Suyitno, Sabtu pagi meninjau kompleks pemakaman Astana Giribangun di Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, untuk memantau persiapan jika sewaktu-waktu Soeharto meninggal dunia. Bahkan di Giribangun sudah disiagakan dua panser dari Kodam.

Secara terpisah, Komandan Kodim Solo, Letkol Inf Hadi Nugroho, mengungkapkan, pihaknya sudah menerima dua skenario pemakaman dari Mabes TNI yang dikirimkan melalui radiogram jika Soeharto meninggal dunia.

Skenario pertama, rute perjalanan dari Jakarta tiba di Bandara Adi Sumarmo akan langsung ke Astana Giribangun. Skenario kedua dari Bandara Adi Sumarmo akan dibawa dulu ke Dalem Kalitan untuk selanjutnya dimakamkan di Astana Giribangun.

Dua skenario tersebut bersandi CB 1 dan CB 2. Skenario CB 1 meliputi rute RS Pusat Pertamina (RSPP)-Bandara Halim Perdana Kusuma-Bandara Adi Sumarmo-Astana Giribangun. CB 2 meliputi rute RSPP-Cendana-Halim-Adi Sumarmo-Astana Giribangun.

Informasi yang diperoleh dari Bandara Adi Sumarmo Solo menyebutkan, kemungkinan adanya pengalihan pendaratan bagi pesawat komersial, jika Pak Harto meninggal dunia. Pendaratan akan dialihkan ke Bandara Ahmad Yani Semarang atau Bandara Adi Sucipto Yogyakarta.

Membaik

Berkaitan dengan kondisi Soeharto, Ketua Tim Dokter Kepresidenan, dr Mardjo Soebiandono, Sabtu (12/1) menjelaskan, kondisi kesehatan Soeharto membaik. Sekitar pukul 05.00 WIB, Pak Harto memberikan respons meski hanya menganggukkan kepala saat diajak berkomunikasi dengan dokter.

Membaiknya kondisi mantan presiden kedua tersebut juga ditandai oleh tekanan darah yang relatif stabil, yakni 90-100/40-50 mm Hg. "Pernapasan masih dibantu mesin pernapasan, dan penimbunan cairan di rongga perut berkurang," ungkap Mardjo.

Ventilator (alat bantu pernapasan) untuk sementara masih terpasang di tubuh Soeharto, dan belum diketahui kapan dilepas. "Penurunan kondisi seperti kemarin (Jumat, Red) masih ada peluang untuk terjadi lagi. Tim dokter akan mengawasi setiap dua jam dan dalam keadaan darurat akan dilakukan rapat oleh semua anggota tim dokter kepresidenan untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya," katanya.

Anggota tim dokter, dr Djoko Raharjo menambahkan, terjadi penurunan hemoglobin (HB) menjadi 7,5 gram persen. "Berdasarkan pemeriksaan terakhir terjadi perdarahan lambung ringan karena erosi, dan masih terlihat penimbunan cairan dalam paru-paru. Tanda infeksi paru-paru juga terjadi," kata Djoko.

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempercepat kepulangannya ke Jakarta dari kunjungannya ke Malaysia. Pada Sabtu pukul 10.30 WIB, Presiden dan rombongan mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma, dan langsung menuju kediaman pribadi di Cikeas, Bogor, guna mendengarkan laporan perkembangan kesehatan Soeharto dari tim dokter kepresidenan. [142/MYS/M-17/152]


Last modified: 12/1/08