SUARA PEMBARUAN DAILY

Bayaran Chris John Belum Jelas

[JAKARTA] Hingga Jumat (11/1) siang ini, Badan Pengembangan dan Pengawasan Olahraga Profesional (BP2OPI) belum menerima pengajuan dari promotor berapa besar jumlah bayaran untuk Chris John, dan penantang utamanya Roinet Caballero (Panama) dalam pertarungan wajib perebutan gelar juara tinju dunia kelas bulu WBA, 26 Januari mendatang di Istora Gelora Bung Karno, Senayan.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Harian PPPOPI, Hario Yuniarto, ketika dihubungi SP siang tadi. Menurut keterangannya, saat ini pihaknya baru menerima informasi melalui telepon bahwa ada dua promotor yang sudah mengajukan diri untuk menggelar pertarungan akbar tersebut. Keduanya adalah Tony Priyatna, dan Zainal Arifin. Tony Priyatna adalah manajer Chris John, sedangkan, Zainal adalah salah seorang pengusaha hotel di Bali.

Tony P, kata Hario, disampaikan oleh Ketua Asosiasi Promotor, Tourino Tidar melalui telepon. Sedangkan Zainal, dia menelpon sendiri yang menyampaikan sendiri jelas Hario. Tetapi hingga hari ini kedua promotor yang berminat menyenggelar pertarungan itu belum menyampaikan berapa jumlah bayaran akan diberikan kepada petinju. Dalam persyaratan hukumnya, pengajuan sebagai promotor penyelenggara, wajib merincikan berapa bayaran yang harus diberikan kepada petinju. Bahkan, seorang promotor wajib membayarkan kepada petinju sebelum pertandingan itu digelar. Apabila belum ada bayaran pertandingan tersebut bisa dibatalkan demi hukum. "Saya kira kita harus menegakkan aturan agar petinju tidak dirugikan," tuturnya.

Dia mengatakan hal itu, karena sudah sering seorang petinju tidak dibayar oleh promotor, seperti M Rachman, dan kasus Chris John. Haryo berharap dalam waktu dekat kedua promotor sudah menyampaikan ke BP2OPI perihal penyelenggaraan pertandingan tinju dunia tersebut. [W-6]


Last modified: 11/1/08