
[JAKARTA] Tampil penuh mengikuti 17 seri balap motor dunia di kelas 250 cc, pembalap Indonesia Doni Tata bersiap balapan malam hari pada seri pertama di Grand Prix Qatar, 9 Maret mendatang. Pembalap yang 10 hari lagi berusia 18 tahun itu mengaku belum memiliki pengalaman balapan sirkuit malam hari. Namun andalan tim Yamaha Pertamina Indonesia Racing (YPIRT) itu tak takut tampil hanya dengan penerangan cahaya lampu saja.
"Saya tak takut, karena semua pembalap juga belum punya pengalaman balapan malam hari. Artinya mereka sama saja dengan saya," ujar Doni Tata di Jakarta, Rabu (9/1) malam.
Pembalap asal Yogyakarta itu menjelaskan dari 17 seri balapan, minus Grand Prix Amerika Serikat di Sirkuit Laguna Seca (20 Juli) yang tak melombakan kelas 250 cc, hanya dua sirkuit yang sudah dia hafal karakternya. Yaitu di Sepang, Malaysia dan Motegi (Jepang). Selebihnya Doni mempelajarinya dari gambar sirkuit atau dari permainan balapan di video game.
Pada akhir Januari, Doni akan melakukan latihan resmi di kelasnya, di Sirkuit Jerez (Spanyol). Dia mengaku butuh enam hingga tujuh kali putaran untuk memahami karakter sirkuit, termasuk membaca jalur balap (racing line) di setiap sirkuit yang menjadi lokasi balapan.
GM Promotion dan Motor Sport Yamaha Indonesia, Bambang Asmarabudi menegaskan program pihaknya untuk pembalap yang masih duduk di bangku kelas 2 sekolah menengah atas itu. Untuk musim lomba 2008 di kelas 250 cc, Doni diharapkan mampu mencapai target mencapai posisi tengah dari lebih 20 pembalap yang tampil. Namun di musim berikutnya (2009) dia ditargetkan sudah harus menembus posisi 10 besar. Sementara pada 2010 diharapkan pembalap yang dua tahun lalu tampil di seri balapan Jepang itu, naik kelas ke MotoGP.
Untuk persiapan musim ini YPIRT menggandeng sejumlah personil dari Eropa. Mereka-mereka itu berpengalaman pada seri balap motor dunia. Dalam komposisi tim YPIRT hanya ada dua orang Indonesia saja yang menangani Doni Tata, pertama adalah manajer pembalap, Edmond Cho, dan kedua Hamzah yang bertugas sebagai mekanik. Jabatan Managing Director dipegang Joaquin Contreras asal Spanyol yang pernah menjabat manajer tim Yamaha d'Antin pada 2003.
Direktur tim dipegang Dieter Stappert asal Jerman yang pernah bertanggung jawab memegang program BMW F-1 dan menghasilkan pembalap Nelson Piquet. Sementara direktur teknik dipegang Franz-Josef Schlogl (Jerman) yang musim lalu sempat bekerja di tim Repsol Honda untuk kelas 125 cc. Kemudian masih ada tiga mekanik juga asal Jerman, Robert Reich yang musim lalu menangani tim Aprilia, Roland Kern dan Horst Brichta.
Mereka diharapkan mampu memaksimalkan penampilan Doni Tata dan meningkatkan performa motor Yamaha TZ250 cc. Musim lalu, pembalap Indonesia itu sudah mendapat kesempatan menjajal motor tersebut saat tampil sebagai pembalap wildcard di kelas 250 cc, Grand Prix Malaysia. [L-9]