[MAKASSAR] Dukungan terhadap pasangan pemenang pemilihan kepala daerah (pilkada) Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu'mang terus mengalir di Makassar. Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel terus didatangi pendemo dari berbagai instansi dan elemen masyarakat dan menolak keputusan Mahkamah Agung (MA) serta meminta agar pasangan itu segera dilantik.
Setelah ratusan pegawai negeri sipil (PNS) dua kali berdemo, kemarin siang giliran sekitar 1.500 guru dari tingkat sekolah dasar, sekolah lanjutan, dan sekolah kejuruan memadati halaman gedung wakil rakyat.
Para pendidik yang berdemo itu terhimpun dalam Forum Guru Sulsel dari 14 kabupaten/kota, seperti Makassar, Bone, Barru, Bulukumba, Takalar, Gowa, Selayar dan Bantaeng. Mereka datang ke kantor DPRD mengendarai angkutan umum, mobil pribadi dan ratusan sepeda motor. Arus lalu lintas yang sebelumnya memang sudah macet karena ada pembangunan jalan layang di perempatan Jalan Urip Sumoharjo dan Andi Pangerang Pettarani, tak jauh dari kantor DPRD.
Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar (Kapolwiltabes) Makassar, Komisaris Besar Genot Haryanto turun langsung mengamankan ribuan massa. Menurut dia, aksi unjuk rasa kali ini adalah yang terbesar.
Pihak kepolisian pun mengerahkan sekitar 400 personel untuk mengamankan sejak status siaga satu telah dicabut. "Meskipun tidak ada lagi status siaga satu, pengamanan tetap kita maksimalkan," jelas Genot.
Para guru yang berunjuk rasa menolak keputusan MA yang mengharuskan pilkada ulang di empat kabupaten, yakni Bone, Bantaeng, Gowa dan Tana Toraja. Keputusan MA atas gugatan pasangan Amin Syam-Mansyur Ramly (Asmara) yang kalah pilkada dinilai tidak sesuai aturan yang berlaku. [148]